Hari Keenam Pencarian Fokus ke Penyelaman Strategis, Dapat Dukungan Internasional dan Dukungan Lokal

LABUAN BAJO – Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, tiba langsung di Labuan Bajo pimpin langsung jalannya operasi pencarian terhadap tiga orang warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang masih hilang setelah KM Putri Sakinah tenggelam di perairan sekitar Pulau Serai, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kejadian tenggelamnya kapal tersebut terjadi pada hari Senin (25/12/2025), yang mengakibatkan satu korban ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 29 Desember lalu berkat informasi dari nelayan lokal yang berjaga di perairan sekitar Pulau Serai.

Empat orang lainnya termasuk tiga WNA Spanyol dan satu warga negara Indonesia masih dalam status hilang hingga saat ini.

Kehadiran Mayjen TNI Edy Prakoso pada hari keenam operasi pencarian bertujuan untuk memimpin asistensi operasional secara langsung, memastikan seluruh kekuatan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polisi Laut, BPBD Provinsi NTT, serta elemen masyarakat lokal bekerja secara terkoordinasi, optimal, dan terukur sesuai standar prosedur SAR nasional.

“Dari Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saya sampaikan salam hormat dan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan. Keberhasilan menemukan satu korban pada 29 Desember adalah bukti nyata soliditas dan sinergitas yang kuat antara institusi dan masyarakat lokal,” ujar Mayjen Edy dalam keterangan persnya di Posko Terpadu SAR Labuan Bajo, Rabu (31/12/2025).

Ia menambahkan bahwa Kepala Basarnas juga menekankan agar seluruh personel tetap menjaga semangat dan optimisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini, meskipun menghadapi tantangan kondisi alam yang tidak selalu mendukung.

Selama berada di posko, Deputi Operasi langsung memimpin rapat perkembangan untuk mengevaluasi hasil penyisiran area seluas sekitar 50 kilometer persegi yang telah dilakukan selama lima hari terakhir.

Setelah melakukan analisis data dan koordinasi dengan tim teknis, fokus operasi saat ini diarahkan pada titik-titik penyelaman strategis yang diperkirakan menjadi lokasi potensial korban hilang.

Untuk mendukung upaya ini, Basarnas telah mengerahkan sebelas penyelam profesional dengan peralatan canggih, termasuk alat pendeteksi objek bawah air.

Selain melakukan pengarahan teknis kepada personel di lapangan, pihak Basarnas juga telah melakukan kunjungan langsung kepada keluarga korban yang sedang menunggu di Labuan Bajo.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen Edy menyampaikan belasungkawa mendalam serta memastikan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan dengan sepenuh hati. Beliau juga telah melakukan koordinasi langsung dengan Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat untuk memastikan dukungan penuh dari pemerintah daerah, termasuk penyediaan fasilitas dan informasi lokal yang diperlukan.

Upaya pencarian ini juga telah menarik perhatian internasional. Duta Besar Spanyol untuk Indonesia,

Bapak Bernardo de Sicart Escoda, telah mengirimkan surat resmi kepada Basarnas yang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi serta kerja keras seluruh tim.

Dalam surat tersebut, beliau menyampaikan harapan besar agar tiga warga negara Spanyol yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi yang baik.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap korban dan dukungan terhadap tradisi lokal, Deputi Operasi bersama Gubernur NTT dan rombongan juga mengikuti prosesi acara adat serta doa bersama yang diadakan oleh masyarakat sekitar lokasi kejadian.

Acara tersebut bertujuan untuk memohon keselamatan korban dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Menutup rangkaian asistensi operasionalnya, Mayjen Edy Prakoso menyempatkan diri mengunjungi KN SAR Puntadewa kapal utama yang bertugas dalam operasi pencarian untuk memotivasi personel yang telah bertugas selama berhari-hari tanpa kenal lelah.

Beliau menegaskan pentingnya memprioritaskan keselamatan diri personel di tengah kondisi alam yang dinamis dan tidak dapat diprediksi.

“Saya mengingatkan seluruh tim untuk tidak memaksakan operasi jika kondisi cuaca dan gelombang tidak bersahabat. Bagi para penyelam, selalu waspadai pergerakan arus bawah permukaan laut dan jangan pernah melakukan penyelaman tanpa izin dari komando lapangan. Keselamatan personel adalah prioritas utama agar operasi SAR dapat berjalan dengan lancar,” tegasnya.

Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus berjalan dengan sikap tidak pernah menyerah, dengan harapan dapat segera menemukan korban yang masih hilang dan memberikan keadilan bagi keluarga mereka.