LABUAN BAJO – Setelah memasuki hari ke sepuluh pencarian yang melibatkan ratusan personel dan berbagai peralatan canggih, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan jenazah dari Martins Carreras Fernando (44) Warga Negara Spanyol, korban tenggelam KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.

“Hasil identifikasi dari pihak Kepolisian di RSUD Komodo di Labuan Bajo bahwa memang betul itu adalah salah satu dari korban yang mengalami kapal tenggelam KM Putri Sakinah. Dari hasil identifikasi itu atas nama Martins Carreras Fernando. Selanjutnya tim melaksanakan pencarian lanjutan di sekitar titik ditemukannya jenazah”, ungkap Fathur Rahman.

Dijelaskan Fathur, Tim SAR melaksanakan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan menurunkan sonar hingga penyelaman mendalam. Tepat pukul 08.47 WITA tim menemukan jenazah pada koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E, berjarak 1,1 Nautical Mile.

Jenazah Martins Carreras Fernando yang ditemukan oleh Tim RIB KPJ 2007 dari Ditpolair Polda NTT kemudian dievakuasi menuju KN SAR Puntadewa sebelum dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Selanjutnya, proses identifikasi akan dilakukan oleh tim forensik Divisi Identifikasi Korban (DVI) Polres Manggarai Barat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo.

Selain menemukan jenazah Martins Carreras Fernando (Pelatih Valencia FC) tim SAR juga menemukan 1 tabung Apar (Alat Damkar) dan serpihan kapal KM Putri Sakinah di Utara Loh Serai.

Skala Besar Operasi Pencarian: Lebih dari 160 Personel dan 18 Alat Transportasi 

Operasi SAR yang digelar memiliki skala yang sangat luas, dengan total sekitar 160 personel yang berasal dari 28 institusi berbeda, mulai dari lembaga pemerintah, TNI-Polri, hingga pihak swasta yang turut berkontribusi.

Peralatan Canggih Dukung Capaian Hasil

Untuk memastikan pencarian berjalan efektif, Tim SAR menggunakan berbagai peralatan penyelamatan dan pencarian (PALSAR) canggih, antara lain: Peralatan SAR Air, Selam, dan Evakuasi, Drone Thermal Kansar Maumere, Starlink Manpack Satellite Broadband untuk komunikasi, seabob,

2D-sonar system,Tactical Rescue Diver Thruster, scooter bonex, drone underwater srv-8 ms, Sonar RJE 2D, Multi Beam Sonar,

“Kami tidak berhenti di sini. Pencarian untuk 2 WNA Spanyol lainnya yang masih hilang akan terus kami laksanakan dengan penuh semangat dan komitmen untuk memberikan kejelasan kepada keluarga korban,” tambah Fathur Rahman.

Perwakilan Kedubes Spanyol: Hasil Ini Bukti Kerja Keras Tim SAR 

Setelah berita penemuan jenazah disampaikan, Wakil Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fernando Burgos Sainz, serta Duta Besar Bernardo de Sicart Escoda memberikan tanggapan terkait perkembangan terbaru ini.

“Kami menerima kabar penemuan jenazah dengan rasa campur aduk. Di satu sisi, ini memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga yang telah menunggu dengan penuh harap, namun di sisi lain, rasa kehilangan tetap terasa mendalam,” ujar Fernando Burgos Sainz.

Menurutnya, koordinasi lintas unsur yang terbangun mencerminkan keseriusan Indonesia dalam menangani insiden laut ini.

“Sinergi antara lembaga negara, aparat keamanan, dan komunitas lokal sangat berarti bagi proses pencarian,” katanya.

Sementara itu, dalam surat yang dikirimkan pada 1 Januari 2026, Duta Besar Bernardo de Sicart Escoda telah meminta agar operasi pencarian dilanjutkan.

Setelah mengetahui penemuan terbaru, ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami berterima kasih atas upaya yang tidak pernah berhenti. Hasil ini adalah bukti kerja keras dan dedikasi tim SAR. Semoga proses identifikasi berjalan lancar dan keluarga dapat segera memberikan penghormatan terakhir kepada korban,” ucapnya melalui pernyataan resmi Kedubes Spanyol.

Kedubes Spanyol juga mengkonfirmasi bahwa mereka akan terus mendampingi keluarga korban selama proses identifikasi dan pengurusan administrasi berlangsung.

Dua WNA Spanyol yang sebelumnya diselamatkan, yakni Martines Ortono Mar Amanda dan Martines Ortono Marialia, juga terus mendapatkan pendampingan dari pihak kedutaan.

Analisis: Protokol Keselamatan Pelayaran Wisata Perlu Diperkuat 

Insiden tenggelam KM Putri Sakinah mengangkat pertanyaan terkait protokol keselamatan pelayaran wisata di kawasan Labuan Bajo, yang tengah menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.

Menurut Dr. Ir. Joko Susilo, pakar keselamatan pelayaran dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, meskipun peraturan dasar telah ada, implementasinya di lapangan perlu diperketat.

“Berdasarkan data awal, KM Putri Sakinah memiliki izin operasional yang sah. Namun, perlu dilakukan investigasi mendalam terkait kondisi kapal saat berangkat, kelengkapan peralatan keselamatan, serta pemantauan cuaca dan kondisi laut sebelum keberangkatan,” ujar Dr. Joko dalam wawancara dengan tim investigasi.

Ia menambahkan bahwa beberapa poin penting yang perlu diperkuat antara lain:

  • Pemeriksaan berkala kondisi kapal yang lebih ketat, terutama untuk kapal yang melayani wisatawan.
  • Pelatihan rutin bagi kru kapal terkait penanganan darurat dan evakuasi
  • Sistem pemantauan cuaca dan peringatan dini yang terintegrasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan kapal-kapal
  • Ketersediaan peralatan keselamatan yang memadai dan terawat dengan baik untuk setiap penumpang

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), I Wayan Sumerta, mengakui bahwa insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

“Kami akan segera melakukan evaluasi bersama dengan Dinas Perhubungan dan pihak terkait untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran wisata. Keamanan wisatawan adalah prioritas utama kami dalam mengembangkan pariwisata di Provinsi NTT,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan rencana untuk membentuk tim khusus yang akan melakukan audit terhadap semua kapal wisata yang beroperasi di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya dalam waktu dekat.