LABUAN BAJO– Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menegaskan bahwa tiga dari empat korban yang masih hilang akibat tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum dinyatakan meninggal dunia.
Sebelumnya, jenazah salah satu korban telah berhasil diidentifikasi sebagai anak perempuan berusia 12 tahun dari keluarga pelatih Timnas B sepak bola Wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando.
Keempat korban yang awalnya dilaporkan hilang adalah Martin Carreras Fernando beserta tiga anaknya.
Setelah penemuan jenazah anak perempuan tersebut, jumlah korban yang masih dalam proses pencarian menjadi tiga orang, dengan operasi SAR memasuki hari keempat sejak kejadian terjadi pada Jumat (26/12/2025).
“Korban masih dalam pencarian. Belum ada status meninggal,” tegas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, pada Minggu (28/12/2025) pagi.
Menurut peraturan perundang-undangan, operasi SAR dilakukan paling lama tujuh hari dan dapat diperpanjang jika terdapat indikasi atau tanda-tanda korban masih dapat ditemukan.
Bahkan jika operasi sudah dihentikan, pencarian bisa dilanjutkan kembali jika ada informasi baru terkait lokasi kemungkinan korban berada.
Identitas Korban Diumumkan dalam Waktu Kurang dari 24 Jam
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengumumkan bahwa jenazah yang ditemukan oleh seorang nelayan pada pukul 06.05 WITA Senin (29/12/2025) di perairan Pulau Serai, kawasan Taman Nasional Komodo, telah berhasil diidentifikasi dengan akurat.
Proses identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dan selesai dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Kurang dari 24 jam, kami berhasil mengungkap identitas jenazah berkat kerja sama antara pihak kepolisian, tim DVI, dan Kedutaan Besar Spanyol,” ujarnya kepada wartawan di Labuan Bajo.
Identifikasi dilakukan melalui dua tahap penting.
Pertama, pencocokan data sekunder seperti warna rambut, aksesoris berupa anting, kalung, dan gelang yang bertulisan bahasa Spanyol, serta ciri-ciri fisik khusus lainnya.
Kedua, data primer berupa sidik jari dicocokkan dengan database yang dimiliki Kedutaan Besar Spanyol untuk memastikan keakuratan hasil identifikasi.
“Keluarga korban sudah secara langsung memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan kerabatnya,” tambahnya.
Jenazah korban saat ini dititipkan di RSUD Pratama Komodo, dan pihak kepolisian sedang menunggu petunjuk resmi dari keluarga korban serta Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta terkait proses selanjutnya.
Tujuh Penumpang Berhasil Dievakuasi
Sebelum kejadian penemuan jenazah ini, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak tujuh dari total 11 penumpang kapal. Kejadian tenggelamnya KM Putri Sakinah terjadi saat kapal sedang melintas di perairan yang dikenal memiliki arus kuat dan ombak tinggi di kawasan Taman Nasional Komodo, destinasi wisata terkenal di Indonesia.
Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, KSOP, kepolisian, dan unsur terkait lainnya terus melakukan penyebaran tim dan penggunaan alat pendukung seperti kapal patroli serta drone untuk memperluas cakupan pencarian di area sekitar Pulau Padar, Pulau Serai, dan wilayah perairan sekitarnya.











Tinggalkan Balasan