LABUAN BAJO TERKINI – Warga Pulau Rinca di kawasan Taman Nasional Komodo Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menghadapi krisis air minum bersih selama bertahun -tahun, hal itu sangat memberatkan kehidupan mereka, terutama bagi perempuan yang harus berjuang mengambil air dari atas bukit.
Saleh, seorang penduduk, menyatakan bahwa masalah ini sudah ada sejak nenek moyang mereka dan mengharuskan banyak keluarga untuk membeli air jika mampu, sementara yang tidak mampu terpaksa harus berjuang mencari air dengan jarak tempuh lebih dari satu kilometer.
Beban ini juga menyebabkan masalah sosial dalam keluarga bagi warga, di mana suami sering kali terpaksa begadang karena istri harus pergi jauh untuk mengumpulkan air.
“Kami ingin menikmati air minum bersih seperti daerah-daerah lain di Indonesia ini,” katanya.
Dalam suatu kesempatan, Saleh menyampaikan keluh dan kesah warga di hadapan Hasanudin salah satu anggota DPR Kabupaten Manggarai Barat agar hak mereka untuk mendapatkan air bersih dapat terwujud.
“Sejak nenek moyang kami tinggal di sini, belum ada bantuan air minum bersih bagi masyarakat. Terpaksa kami harus membeli terus air minum bersih. Itu bagi yang mampu, sedangkan yang tidak mampu terpaksa harus konsumsi air cari di atas bukit sana. Jauhnya sekitar 1 kilometer lebih ,” kata Saleh saat Hasanudin anggota DPRD Manggarai Barat menggelar reses di Pulau Rinca, Desa Pasir Panjang, Senin (14/4/2025).
Hasanudin, anggota DPRD, dari Partai Perindo merespons keluhan ini dengan berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam rapat dengan pemerintah daerah. Ia pun berjanji untuk memperjuangkan aspirasi tersebut melalui jalur parlemen.
“Masukan dan saran masyarakat di sini akan saya perjuangkan di dewan pada saat rapat dengan pemerintah daerah nanti. Kami hadir di sini untuk mendengarkan secara langsung keluhan masyarakat selama ini,” ujar Hasanudin.











Tinggalkan Balasan