LABUAN BAJO TERKINISudamala Resort, Yayasan Sudamala Bumi Insani (YSBI), Bali Ribbon Foundation dan Pemkab Manggarai Barat, mencatat pencapaian baru dalam upaya pencegahan kanker payudara di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (24/10/2025).

Dalam acara yang berlangsung selama  sehari di Kantor Kecamatan Komodo Labuan Bajo, sekitar 60 perempuan dari berbagai profesi berpartisipasi melakukan deteksi dini kanker payudara.

Nensi Luna, salah satu pengurus dari Yayasan Bali Ribbon Foundation, menjelaskan bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling umum diderita oleh perempuan di Indonesia.

Nensi menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan mencatat tingkat partisipasi perempuan Indonesia dalam skrining kanker payudara masih sangat rendah. Hal ini menyebabkan angka kasus kanker payudara menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan jenis kanker lainnya.

“Bulan Oktober adalah bulan kanker payudara internasional, dan kami memilih Labuan Bajo sebagai salah satu lokasi untuk melakukan edukasi sekaligus deteksi dini kanker payudara bagi wanita yang ada di sini,” ujarnya.

Deteksi dini kanker payudara, lanjut Nensi, dapat dilakukan melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan profesional.

“Berdasarkan informasi medis ada banyak pasien baru mendapatkan diagnosis ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut, padahal jika terdeteksi lebih awal, peluang untuk sembuh atau mencapai remisi akan jauh lebih besar,” jelasnya.

Karena itu menurut dia, kegiatan skrining perlu dilakukan sedini mungkin sebelum kanker payudara terdiagnosis berlanjut ke yang lebih membahayakan.

Yayasan Sudamala Bumi Insani (YSBI)

Ketua Yayasan Sudamala Bumi Insani (YSBI), Sri Nuka, selaku penyelenggara utama kegiatan itu menyatakan bahwa YSBI memiliki empat pilar, yaitu sosial kemanusiaan, pendidikan ekonomi produktif, seni budaya, dan lingkungan hidup.

“Kami memiliki mimpi besar. Kami ingin membantu setiap individu di mana pun kami berada agar lebih sadar akan kesehatan mereka, terutama para ibu. Ini adalah kegiatan ketiga kami bersama Bali Pink Ribbon, setelah sebelumnya di selenggarakan di Kesiman dan Sanur, Bali,” tambahnya.

“Saat ini untuk program sosial kemanusiaan kami bekerjasama dengan Bali Pink Ribbon, kalau lingkungan hidup kami bekerjasama dengan Yayasan Biodiversitas Pesisir dan laut dimana pada tanggal 1 November ini kami akan melakukan konservasi terumbu karang termasuk penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya seperti yang ada di resort kami di Pulau Seraya”, ujarnya.

Ia juga berharap melalui seminar dan skrining kanker payudara ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam menyebarkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan diri secara berkala serta menjaga pola hidup sehat.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, meningkatkan kesadaran, dan memperkuat solidaritas kita sebagai perempuan hebat dalam melawan kanker payudara,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Komodo, Martin Irwandi, menyambut baik kegiatan ini. Pria yang akrab disapa Irwandy itu menekankan pentingnya melakukan deteksi dini khususnya bagi kaum wanita.

“Kanker payudara adalah salah satu penyebab kematian terbesar. Kanker ini bukan hanya disebabkan oleh faktor genetik, tetapi juga pola makan yang tidak sehat. Apalagi saat ini kita menuju Indonesia emas, penting bagi kita untuk mengetahui makanan yang layak dikonsumsi,” katanya.

Lebih lanjut yang paling mengkhawatirkan adalah masih banyak orang yang menganggap penyakit kanker payudara adalah hal yang tabu sehingga mereka enggan untuk melakukan konsultasi dengan pihak medis. Padahal, kanker payudara sangat bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini.

“Mereka harus berani untuk mengungkapkan kepada teman atau tenaga medis jika mereka menemukan benjolan atau gejala yang mengarah ke kanker payudara. Dengan begitu, mereka bisa disarankan untuk segera melakukan deteksi dini di fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Ia juga berharap agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala di masa mendatang.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan tahun depan agar semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya deteksi dini terhadap kanker payudara,” tambahnya.