LABUAN BAJO – Tak lama setelah kapal wisata KM Putri Sakinah mengalami kecelakaan tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pemerintah pusat langsung turun tangan untuk mendukung penanganan dan evaluasi sistem keselamatan pelayaran wisata di kawasan ini.

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI mengirimkan tim khusus yang dipimpin Kombes Pol. Yade Setiawan Ujung Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi untuk melihat kondisi langsung di lapangan.

Tim ini diterima hangat oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di Posko Tim SAR Gabungan Pelabuhan Waterfront Marina pada Jumat (2/1/2026), oleh Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo dan pihak terkait.

Fransiskus mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat. Ia mengakui bahwa keselamatan transportasi laut memang berada di bawah wewenang pusat, namun pihak daerah tidak tinggal diam.

Saat ini Pemda tengah menyempurnakan sistem reservasi kunjungan ke Taman Nasional Komodo agar lebih teratur, dengan hanya melalui agen perjalanan resmi yang terdaftar.

“Kita sedang menyusun ulang sistemnya agar bisa lebih baik mulai dari mendeteksi hingga membimbing para agen dan pemandu wisata, termasuk mereka yang datang dari luar daerah,” jelas Fransiskus.

Selain itu, Pemda juga mengusulkan untuk meningkatkan status Pos Basarnas Labuan Bajo menjadi kantor resmi, mengingat kompleksitas operasi pencarian dan pertolongan yang semakin tinggi seiring dengan popularitas destinasi ini sebagai prioritas nasional.

Di lokasi yang sama, tim Kemenko Polkam juga menggelar rapat koordinasi bersama berbagai komponen terkait mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga lembaga teknis seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Bakamla, Basarnas, dan KSOP.

Pokok pembahasan fokus pada tiga hal utama: memperkuat pencegahan kecelakaan, meningkatkan kemampuan deteksi dini masalah potensial, dan mempercepat tanggapan saat terjadi keadaan darurat.

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol. Yade Setiawan Ujung menyampaikan bahwa kehadiran tim bukan hanya sebagai tanggapan atas kejadian ini, tetapi lebih jauh sebagai upaya untuk menggali fakta yang bisa jadi dasar perbaikan kebijakan ke depan.

“Labuan Bajo dan kawasan Pulau Komodo sudah jadi destinasi pariwisata internasional  jadi standar keselamatan pelayaran kita harus sejajar dengan yang ada di dunia luar,” ujarnya dengan tegas namun hangat.

Menurut Yade, ada tiga aspek krusial yang perlu dievaluasi secara menyeluruh terkait pengawasan yang cermat terhadap kapal dan awaknya sebagai bentuk pencegahan, penggunaan teknologi yang akurat untuk deteksi dini, serta kecepatan dalam menjalankan operasi SAR.

Ia juga mengingatkan agar semua pihak tidak menganggap remeh peringatan cuaca dari BMKG.

“Keselamatan jiwa harus selalu nomor satu  lebih penting dari segala kepentingan bisnis. Kalau sudah ada peringatan tidak boleh berlayar, ya kita hentikan saja. Jangan sampai kita harus bermain-main dengan nyawa orang,” tambahnya.

Tim Kemenko Polkam berencana menyusun rekomendasi konkret yang akan disampaikan kepada Presiden RI dan kementerian/lembaga terkait, agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah pusat juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim SAR yang telah memperpanjang waktu pencarian dengan menambah peralatan pendukung.

“Kita sangat berharap tiga korban yang masih hilang bisa segera ditemukan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai negara terhadap mereka dan keluarga yang ditinggalkan,” ucap Yade.

Sebagai catatan, KM Putri Sakinah tenggelam saat dalam perjalanan menuju Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025).

Kapal tersebut membawa empat penumpang: Fernando Martin Carreras dan tiga anaknya. Sampai saat ini, satu korban telah ditemukan, sedangkan tiga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Hasil pemantauan dan rekomendasi dari tim ini nantinya akan dilaporkan kepada Presiden RI dan digunakan sebagai dasar untuk memperkuat kebijakan keselamatan pelayaran wisata khususnya di Labuan Bajo yang menjadi wajah pariwisata Indonesia di kancah global.