ENDE– Turnamen Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup XXXIV Ende 2025 (ETMC Ende 2025) berlangsung dengan sukses dari 9 November hingga 5 Desember 2025 di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende.
Sejak 1969, acara olahraga ini menjadi yang terpenting di NTT, tidak hanya menciptakan kompetisi dan kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan, didukung oleh survei yang bernilai historis.
Berikut adalah analisis mengenai dampak ekonomi dari Turnamen ETMC XXXIV Ende 2025 yang diperoleh redaksi Labuan Bajo Terkini, Selasa,23 Desember 2025.
1. Skala Acara dan Antusiasme Masyarakat
• Peserta: 28 tim sepak bola dari berbagai kabupaten di NTT.
• Tahapan: Dimulai dari fase grup (7 grup), dilanjutkan ke 16 besar, 8 besar, semifinal, dan final.
• Penonton langsung: 96,5 ribu orang, dengan pendapatan tiket mencapai Rp2,065 miliar (91,2 ribu tiket ekonomi, 5,2 ribu tiket VIP).
Puncak penonton terjadi pada 15 November dengan 10,3 ribu orang.
• Penonton online: 16,04 juta tayangan live streaming di YouTube, dengan puncak 1,9 juta tayangan pada 2-3 Desember.
• Profil penonton: Mayoritas berasal dari kelompok usia produktif (35% berusia 26-35 tahun, 30,63% berusia 36-45 tahun) dengan tingkat kepuasan yang tinggi (53,14% sangat puas, 27,36% puas).
2. Metode Survei Dampak Ekonomi (Nilai Historis)
• Survei yang dimulai pada 21 November 2025 ini menjadi yang pertama di Kabupaten Ende, bertujuan untuk mengukur dampak ekonomi dari acara yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
• Pemkab Ende bekerja sama dengan BPS untuk melaksanakan survei menggunakan:
• Data primer dan sekunder, dengan teknik sampling (snowball, non-probabilitas) dan sensus untuk beberapa kelompok (UMKM, OPD, sponsor).
• Analisis deskriptif, Tabel Input-Output (I-O) untuk mengukur kontribusi ekonomi, serta analisis sentimen publik dari media sosial.
3. Dampak Sosial dan Ekonomi yang Terasa
• Manfaat bagi masyarakat: 82,81% responden mengatakan ETMC bermanfaat bagi UMKM, 71,25% mencatat dampak pada perputaran uang lokal, 36,88% menyatakan dampak pada penyerapan tenaga kerja, dan 35,94% mendukung sektor pariwisata.
• Partisipasi pelaku usaha: Sebagian besar terdiri dari pedagang asongan (56,82%) dan UMKM (43,18%). Sebanyak 87,5% UMKM melaporkan peningkatan omzet, dengan 53,57% menyatakan sangat puas dengan acara ini.
• Aktivitas atlet dan ofisial: 32,14% tinggal di Ende selama 13-17 hari, dan 85,71% menjelajahi tempat wisata selain ikut turnamen.
4. Hasil Analisis Input-Output
• Total aktivitas ekonomi selama turnamen mencapai Rp18,401,89 juta.
• Efek multiplikasi terhadap output ekonomi NTT sebesar Rp25,775,84 juta.
• Dampak terhadap Nilai Tambah Bruto (NTB) NTT mencapai Rp13,928,59 juta.
• Efek terhadap kompensasi tenaga kerja di NTT sebesar Rp5,474,32 juta.
Acara ini menunjukkan bahwa sepak bola lebih dari sekadar olahraga; ia merupakan sarana untuk memperkuat persatuan, pengembangan atlet, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan, serta menjadi tonggak sejarah bagi Kabupaten Ende.











Tinggalkan Balasan