LABUAN BAJOTaman Nasional Komodo (TNK) mencatat prestasi ganda pada tahun 2025 dengan sebanyak 432.022 kunjungan wisatawan dan penerimaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp100.198.880.000,00. Sebanyak 72 persen dari total wisatawan merupakan kunjungan mancanegara.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo Hendrikus Rani Siga menyampaikan, puncak kunjungan terjadi pada bulan Juli dengan total 62.938 orang.

Sementara itu, bulan Juni menjadi periode dengan jumlah wisatawan nusantara terbanyak yaitu 35.993 orang.

“Data tersebut diperoleh dari catatan resmi Balai TNK dan telah dikonfirmasi bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat,” ujarnya.

Untuk menjaga kelestarian ekosistem yang menjadi rumah bagi reptil purba tersebut, pihaknya akan menerapkan kebijakan baru mulai tahun depan.

“Mulai tahun 2026 kami akan menerapkan pembatasan kunjungan maksimal 1.000 orang per hari,” katanya secara tegas.

Sistem Digital dan Jalur Baru Siap Dukung Kebijakan

Sebagai dukungan terhadap kebijakan pembatasan tersebut, Balai TNK telah mempersiapkan berbagai langkah, termasuk penggunaan sistem digital yang telah beroperasi sejak awal 2025.

Aplikasi SiOra digunakan untuk e-ticketing dan sistem pembayaran tanpa uang tunai sesuai instruksi Kementerian Kehutanan.

Selain itu, pada Maret 2025 pihaknya juga telah membuka jalur trekking baru di Kampung Kerora, Pulau Rinca.

“Jalur baru tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat sekaligus mencegah perdagangan anak komodo yang sering terjadi di kawasan tersebut,” tambahnya.

PNBP Paruh Kedua Naik Lebih dari 60 Persen

Penerimaan PNBP TNK tahun 2025 menunjukkan performa yang solid dengan fluktuasi yang mengikuti pola kunjungan wisata.

Bulan dengan PNBP tertinggi dicatatkan pada Juli sebesar Rp14.942.775.000,00, diikuti Agustus dengan Rp14.456.650.000,00.

Sementara itu, bulan dengan PNBP terendah adalah Januari sebesar Rp2.655.200.000,00, diikuti Februari (Rp4.321.450.000,00) dan Desember (Rp4.616.445.000,00).

Perbandingan penerimaan menunjukkan kenaikan yang signifikan antara paruh pertama dan kedua tahun.

Total PNBP Januari hingga Juni mencapai Rp38.436.072.000,00, sedangkan Juli hingga Desember melonjak menjadi Rp61.762.808.000,00 atau naik lebih dari 60 persen.

Peningkatan tersebut diperkirakan terkait dengan musim kunjungan yang ramai serta upaya promosi dan pengelolaan destinasi yang lebih optimal.

Populasi Stabil Tapi Ancaman Perburuan Masih Ada

Data dari Balai TNK menunjukkan populasi komodo saat ini sekitar 3.156 ekor yang tersebar di lima pulau utama yaitu Komodo, Rinca, Padar, Gili Motang, dan Nusa Kode.

“Meskipun populasi komodo stabil, kami masih menghadapi ancaman serius dari perburuan liar terhadap rusa yang menjadi mangsa utama komodo,” ungkap Hendrikus.

Ia mengungkapkan, pada Desember 2025 tim gabungan berhasil menangkap tiga pelaku perburuan ilegal yang bersenjata api.

Pelaku tersebut terancam hukuman berat berdasarkan UU Konservasi Sumber Daya Alam dan UU Senjata Api.

“Perburuan tidak hanya merusak rantai makanan komodo, tapi juga melanggar hukum dengan konsekuensi yang sangat berat,” jelasnya.

Infrastruktur dan UMKM Lokal Ditingkatkan

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pengamanan kawasan, Balai TNK meresmikan mess karyawan berbahan kayu non-permanen pada Oktober 2024.

Selain itu, pihaknya juga telah menggunakan logo Cagar Biosfer Komodo untuk produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di zona penyangga dan transisi.

“Langkah ini bertujuan mendorong produk berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi,” pungkas Hendrikus.