LABUAN BAJO – Sebanyak 22 keluarga di Manggarai Barat telah menerima bantuan logistik untuk perbaikan rumah atau gedung yang rusak pada tahun 2026. Sedangkan 24 kasus lainnya masih dalam proses penyaluran dan belum terlayani.

Dari data resmi yang diperoleh dari BPBD Manggarai Barat NTT pada Rabu, (28/01), bantuan yang diberikan meliputi beras, seng (sing), dan paku. Total stok awal yang disiapkan adalah beras 1.795 kg, seng 1.500 lembar, dan paku 150 kg. Hingga kini masih tersisa beras 595 kg, seng 690 lembar, dan paku 70 kg.

Kasus kerusakan yang tercatat memiliki penyebab yang beragam. Mulai dari rumah tertimpa pohon, atap terangkat karena angin kencang, hingga longsor yang merusak dinding maupun garasi.

Tak hanya rumah penduduk, beberapa fasilitas umum seperti kios dan toilet juga mengalami kerusakan.

Kecamatan Komodo menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Salah satunya adalah Angelinus Asal dari Kelurahan Wae Kelambu yang mendapatkan bantuan pada 13 Januari 2026 setelah rumahnya rusak berat akibat tertimpa pohon.

Selain itu, sebanyak lima keluarga dari Pulau Messah, Kelurahan Pasir Putih, juga menerima bantuan pada 21 Januari 2026 karena atap rumahnya rusak berat.

Beberapa fasilitas publik juga terdampak, antara lain Kantor Desa Golo Ndoal di Kecamatan Mbeliling dan Gedung SDN Sewar di Kecamatan Welak.

Di Kecamatan Boleng, bantuan disalurkan pada 15 dan 27 Januari 2026. Ahmad dari Kelurahan Tanjung Boleng menerima bantuan pada 27 Januari setelah rumahnya roboh, sementara Abdul Latif dan Aswa mendapatkan bantuan dengan kuantitas lebih kecil untuk perbaikan atap dan toilet.

Ada juga kasus khusus Armendo W. Jeferson dari Kecamatan Welak yang tercatat sebagai korban tenggelam pada 19 Januari 2026 dan menerima bantuan beras sebanyak 250 kg.

Kepala Pelaksanaan (Kalak) BPBD Manggarai Barat Oktavianus Andi Bona mengatakan bahwa pemberian bantuan disesuaikan dengan tingkat keparahan kerusakan dan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Bantuan yang kami berikan saat ini disesuaikan dengan tingkat keparahan kerusakan dan kebutuhan mendesak masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan evaluasi agar bantuan sampai tepat sasaran dan tepat waktu.

Upaya mitigasi bencana juga terus dilakukan secara berkelanjutan, seperti membersihkan saluran air di Labuan Bajo untuk mencegah genangan saat musim hujan.

“Kami akan terus mengkoordinasikan dengan dinas terkait dan pemerintah kecamatan untuk mempercepat penyaluran bantuan bagi mereka yang belum terlayani,” jelasnya.

Angelinus Asal, salah satu penerima bantuan dari Kelurahan Wae Kelambu, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.

Ia mengaku sebelumnya kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengumpulkan biaya perbaikan rumah.

“Saya sangat bersyukur karena rumah saya yang rusak berat akibat tertimpa pohon bisa segera diperbaiki berkat bantuan beras, seng, dan paku ini,” katanya.

Sebelum mendapatkan bantuan, dia hanya bisa bertahan dengan hasil bercocok tanam yang tidak terlalu banyak dan tidak punya cukup uang untuk membeli bahan bangunan.

“Semoga bantuan ini bisa menjadi contoh bagi pihak terkait untuk terus memperhatikan kondisi masyarakat yang terkena dampak kerusakan rumah akibat bencana alam,” pungkasnya.