SUMBA BARAT DAYA – Sebanyak lebih dari 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal mengikuti Workshop Peningkatan Kapasitas UMKM yang digelar di Desa Wisata Bahari Pero Konda, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Senin (26/01).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Selasa (27/1/2026) ini diinisiasi oleh alumni penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program Pengabdian Alumni Beasiswa LPDP (PANA LPDP).
Program PANA LPDP yang telah berjalan sejak September 2025 hingga Februari 2026 ini dilakukan di empat desa di Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan Desa Wisata Bahari Pero Konda sebagai salah satu lokasi implementasi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui LPDP dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, serta mendapatkan dukungan pendanaan dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian Peduli.
Acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber dan pejabat penting, antara lain Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. Dimposma Sihombing, S.Sos., M.AP., serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumba Barat Daya, Gerson Dua Ate.
Dalam kesempatan ini, DPMPTSP Kabupaten Sumba Barat Daya tidak hanya berperan sebagai narasumber, tetapi juga memberikan layanan fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara langsung di lokasi kegiatan.
Layanan ini disambut antusias oleh para peserta, karena dinilai dapat membantu meningkatkan legalitas usaha, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk UMKM ke depannya.
Ketua Tim PANA LPDP Desa Pero Konda, Keenan Mukti, S.S.N., S.Par., M.THEM., yang membuka acara secara resmi mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini, khususnya dari kalangan perempuan dan generasi muda yang mendominasi jumlah peserta.
“Antusiasme peserta hari ini sangat luar biasa, terutama dari kalangan perempuan dan anak muda. Hal ini sejalan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang kami rancang, yang mendorong pengarusutamaan gender serta peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi desa,” ucap Keenan dalam sambutannya.
Keenan juga menegaskan bahwa kegiatan workshop ini merupakan bagian dari rangkaian Program Kerja PANA LPDP Desa Pero Konda yang bertujuan mendukung pembangunan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan, dengan UMKM sebagai salah satu pilar utama dalam implementasinya.
Sementara itu, Dr. Dimposma Sihombing dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM desa agar mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
“UMKM Desa Pero Konda harus level-up agar mampu bersaing dengan produk dari daerah lain dan dikenal lebih luas. Melalui kegiatan ini, peserta akan dibekali penguatan kapasitas mulai dari proses perizinan usaha, pengembangan kemasan produk, hingga strategi pemasaran digital selama dua hari pelatihan,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan workshop ini, pihak penyelenggara berharap pelaku UMKM Desa Wisata Bahari Pero Konda tidak hanya memiliki produk unggulan yang berkualitas, tetapi juga memiliki legalitas usaha yang kuat, kemasan produk yang lebih kompetitif, serta kemampuan untuk memasarkan produk secara digital, sehingga dapat berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan sektor pariwisata desa di Sumba Barat Daya.











Tinggalkan Balasan