LABUAN BAJO — Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Veronica Tan, akan melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Manggarai Barat NTT  pada 13-14 Februari 2026.

Kunjungan ini difokuskan untuk menghadiri serangkaian kegiatan strategis, antara lain Asia Learning Exchange (ALE) 2026, pembentukan Task Force Social Forestry, serta memperkuat implementasi program Kebun Wanapangan Perempuan di Labuan Bajo.

Dalam surat resmi yang diperoleh Labuan Bajo Terkini, Selasa,(10/02) di Labuan Bajo, Kementerian PPPA menyampaikan serangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya nasional untuk mengintegrasikan pemberdayaan perempuan dengan konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi daerah.

Jadwal Kegiatan Padat Selama Dua Hari

Pada hari pertama kunjungan, Jumat (13/2), Wamen Veronica Tan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) pada pukul 07.10 WIB dengan penerbangan Air Asia QZ 860, dan dijadwalkan tiba di Bandara Komodo (LBJ) Labuan Bajo pada pukul 10.35 WITA.

Dia akan ditemani oleh Monica Tanuhandaru (Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari) dan Susan (Tenaga Ahli Wamen PPPA).

Setelah tiba, ia langsung menuju Kampus Bambu Komodo untuk menghadiri diskusi Kebun Wanapangan Perempuan mulai pukul 10.50 WITA hingga 14.00 WITA.

Selanjutnya, pada pukul 14.17 WITA, ia akan berpindah ke Hotel The Jayakarta Suites Komodo untuk mengikuti diskusi dengan peserta ALE 2026 hingga pukul 17.00 WITA.

Pada sore hari yang sama, pukul 17.00 hingga 18.00 WITA, Veronica akan mengadakan rapat khusus dengan Gubernur NTT terkait pembentukan Task Force Social Forestry dan Kebun Wanapangan Perempuan.

Peserta rapat meliputi Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dan Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari.

Kegiatan berlanjut pada hari kedua, Sabtu (14/2), dengan pembahasan teknis terkait pengelolaan task force dan pengembangan kebun wanapangan perempuan di Kampus Bambu Komodo mulai pukul 08.00 WITA.

Setelah itu, akan diadakan diskusi informal hingga pukul 12.00 WITA sebelum Veronica berangkat kembali ke Jakarta dengan penerbangan Batik Air ID 6527 pada pukul 13.55 WITA.

Program Kebun Wanapangan Perempuan Sebagai Model Pembangunan

Kebun Wanapangan Perempuan merupakan program yang mengintegrasikan konsep kehutanan sosial dengan pemberdayaan perempuan, di mana kelompok perempuan diberikan akses dan hak atas lahan untuk menanam berbagai jenis tanaman hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, dan tanaman obat.

Selain menjadi sumber mata pencaharian yang berkelanjutan bagi perempuan di Manggarai Barat, program ini juga bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Melalui diskusi dengan peserta ALE 2026, program ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik terbaik pemberdayaan perempuan di sektor lingkungan yang bisa diadopsi atau dikembangkan di negara-negara Asia lainnya.

Kementerian PPPA mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah NTT agar seluruh kegiatan berjalan lancar.