LABUAN BAJO – Pelayanan menuju Taman Nasional Komodo resmi dibuka kembali normal mulai Jumat (9/1), setelah ditutup hampir dua pekan akibat cuaca buruk. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo mengumumkan bahwa proses pembuatan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) telah dibuka sejak Kamis (8/1).
Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyatakan bahwa keputusan pembukaan didasarkan pada analisis kondisi cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Labuan Bajo yang menyatakan wilayah tersebut aman untuk dilayari.
“Kondisi cuaca dan laut di rute wisata telah dinyatakan aman. Semua pihak wajib mematuhi peraturan dan standar keselamatan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Dilarang Total Malam Hari di 10 Zona Berbahaya
Meskipun pelayaran sudah beroperasi kembali, KSOP menetapkan larangan ketat untuk melewati 10 titik perairan pada malam hari. Lokasi-lokasi tersebut adalah Perairan Pulau Kelor, Batu Tiga, Selat Molo, Selat Padar, Loh Kima, Pulau Luwu, Keranga, Pulau Mawang, Pulau Siaba, serta Pulau Tatawa Kecil dan Siaba Kecil.
“Area ini berpotensi terjadi angin kencang, pusaran air, dan gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan kapal,” jelas Risdiyanto.
Pembukaan pelayaran tidak hanya bertujuan memulihkan aktivitas pariwisata yang terganggu, tetapi juga mendukung pencarian korban insiden tenggelamnya kapal KLM Putri Sakinah yang masih berlangsung.
“Dengan keterlibatan masyarakat dan wisatawan, diharapkan cakupan pencarian dapat diperluas dan korban segera ditemukan,” tambahnya.











Tinggalkan Balasan