LABUAN BAJO – Pariwisata bahari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan pemulihan yang signifikan setelah masa penutupan akibat cuaca ekstrem. Sejak pelayaran kembali dibuka pada 4 Februari 2026,

Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo telah mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sebanyak 357 kapal wisata.

Pembukaan akses ke Taman Nasional Komodo yang sebelumnya ditutup sementara sejak akhir 2025 hingga awal 2026 menjadi tonggak penting bagi kembalinya dinamika industri pariwisata di kawasan tersebut.

Pariwisata Bahari Labuan Bajo Geliat, 357 Kapal Dapat Izin Layar 
Pariwisata Bahari Labuan Bajo Geliat, 357 Kapal Dapat Izin Layar – Foto: Louis Mindjo*

“Kini aktivitas island hoping, diving, dan snorkeling sudah beroperasi normal. Dukungan peningkatan infrastruktur serta promosi sebagai destinasi super prioritas menjadi daya dorong utama pemulihan ini,” kata Kepala KSOP Labuan Bajo Stefanus Risdiyanto kepada Labuan Bajo Terkini Senin, (9/02), petang

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Ketua Cabang Gabungan Asosiasi Pengusaha Wisata Seluruh Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, mengapresiasi kerja sama antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta KSOP Labuan Bajo yang membuka pelayaran tanpa mengurangi standar keselamatan.

“Kami sangat bersyukur karena pelaku industri bisa kembali mencari nafkah. Protokol keselamatan yang diterapkan memberikan kepercayaan bagi semua pihak,” ujar Budi.

Pariwisata Bahari Labuan Bajo Geliat, 357 Kapal Dapat Izin Layar 
Pariwisata Bahari Labuan Bajo Geliat, 357 Kapal Dapat Izin Layar – Foto: Louis Mindjo*

Masih terkait pelayaran, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stefanus Risdiyanto menegaskan sejumlah aturan yang harus dipatuhi seluruh pelaku pelayaran yakni:

Nakhoda wajib memastikan kapal dalam kondisi laik laut dan tidak memaksakan pelayaran saat cuaca buruk.

Dilarang berlayar malam hari terutama di 10 titik perairan berbahaya dan saat jarak pandang terbatas.

Safety briefing wajib dilakukan sebelum berangkat untuk menjelaskan penggunaan alat keselamatan, prosedur evakuasi, dan lokasi alat pemadam kebakaran.

Semua penumpang harus diberitahu saat memasuki zona berbahaya dengan memastikan alat keselamatan siap pakai.

Navigasi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati dan menghindari perairan yang sangat membahayakan.

Segera laporkan kondisi darurat ke KSOP atau BASARNAS jika terjadi masalah.

Otoritas setempat menegaskan akan terus mengevaluasi sistem keamanan pelayaran untuk melindungi keselamatan wisatawan dan seluruh pihak yang terlibat.

Taman Nasional Komodo Tetap Jadi Magnet Utama

Taman Nasional Komodo dengan tiga pulau utamanya yakni Komodo, Rinca, dan Padar tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, spot menyelam terkenal seperti Manta Point serta destinasi darat seperti Goa Rangko dan Batu Cermin juga kembali ramai dikunjungi.

Peningkatan kunjungan wisatawan juga didukung oleh keberadaan penerbangan langsung internasional dari Malaysia dan Singapura yang telah beroperasi sejak tahun 2025.

Pemerintah Dorong Desa Wisata untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Parekrafbud) Manggarai Barat,

Stefanus Jemsifori, mengatakan pihaknya mendorong pengembangan desa wisata di sekitar Labuan Bajo untuk memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Beberapa desa yang menjadi fokus pengembangan antara lain Liang Ndara, Wae Lolos, Pantai Mberenang, serta kawasan sekitar Goa Rangko, Batu Cermin, dan Cunca Wulang.