LABUAN BAJO – Ruas jalan penghubung Ranggu- Lasang, sepanjang kurang lebih 4 kilometer, dikerjakan secara swadaya oleh umat Paroki Ranggu. Pekerjaan ini difokuskan pada perbaikan sejumlah titik yang rawan kecelakaan serta kawasan yang sering mengalami longsor.

Kondisi permukaan jalan yang berbatu-batu dan berlubang-lubang terlihat jelas, bahkan masih terlihat sisa lumpur yang mengindikasikan jalan ini kerap menjadi licin dan sulit dilalui saat musim hujan. Kondisi inilah yang mendorong warga untuk bergerak sendiri.

Yosep Mpoo, warga Kelurahan Golo Ru’u, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif bersama.

Urat Nadi Ekonomi Terhambat, Warga Paroki Ranggu Perbaiki Jalan 4 Km Secara Swadaya
Urat Nadi Ekonomi Terhambat, Warga Paroki Ranggu Perbaiki Jalan 4 Km Secara Swadaya

Menurutnya, pengerjaan jalan ini dilatarbelakangi oleh keinginan kuat umat Paroki Ranggu dan masyarakat setempat yang bergerak bersama Pastor serta Dewan Paroki Pengurus (DPP) Ranggu.

“Kami semua bergerak bersama karena sudah tidak tahan melihat kondisi jalan ini. Ini adalah inisiatif kami sendiri bersama Pastor Paroki dan DPP Ranggu demi kemudahan akses kita semua,” ungkap Yosep kepada wartawan.

Dalam pelaksanaannya, puluhan warga terlihat berkumpul dan bekerja bahu-membahu.

Beberapa orang sibuk mencampur bahan bangunan seperti pasir dan semen menggunakan ember-ember berwarna oranye, sementara yang lain memantau atau membantu menyiapkan material di tumpukan pasir yang tersedia.

Urat Nadi Ekonomi Terhambat, Warga Paroki Ranggu Perbaiki Jalan 4 Km Secara Swadaya
Urat Nadi Ekonomi Terhambat, Warga Paroki Ranggu Perbaiki Jalan 4 Km Secara Swadaya

Di salah satu titik yang sedang diperbaiki, warga bahkan menggunakan lembaran atap seng bekas sebagai penutup sementara atau pelapis pada bagian jalan yang sedang dikerjakan, menunjukkan kreativitas dan keterbatasan alat yang mereka miliki.

Kebutuhan perbaikan ini juga didasari oleh kondisi jalan yang sudah rusak parah, terutama saat musim penghujan tiba. Kondisi tersebut membuat ruas jalan ini kerap menjadi lokasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Belum lama ini bahkan ada mobil ambulans yang menghantar pasien melahirkan dari Kampung Pata menuju Puskesmas Ranggu mengalami kendala berat akibat permukaan jalan yang buruk. Kami khawatir jika kondisi ini dibiarkan, akan ada nyawa yang melayang hanya karena akses jalan yang tidak layak,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut dan pentingnya fungsi jalan tersebut, ia pun menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah Manggarai Barat.

Yosep berharap pihak berwenang dapat memberikan perhatian lebih terhadap ruas jalan Ranggu-Lasang.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat benar-benar memperhatikan ruas jalan ini. Jalur ini bukan hanya untuk lewat  saja, tapi juga urat nadi yang mendukung perekonomian masyarakat kami. Jika jalan lancar, hasil bumi kami pun bisa dengan mudah didistribusikan,” pungkas Yosep.

Redaksi Labuan Bajo Terkini sudah berupaya untuk mengkonfirmasi Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Manggarai Barat, Yosep Suhandi, guna menanyakan rencana perbaikan ruas jalan Kabupaten Ranggu-Lasang yang sudah rusak parah itu, namun belum ada jawaban.