LABUAN BAJO TERKINI – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat saat ini sedang mempersiapkan program Koperasi Merah Putih yang bertujuan untuk memperkuat koperasi di setiap desa dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dengan target menempatkan koperasi di seluruh desa pada 12 Juli 2025, lalu, demikian pernyataan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM setempat, Theresia P. Asmon.

“Kami telah memulai pengumpulan data dan identifikasi kelompok usaha aktif di desa, termasuk kelompok tani, peternakan, wisata, dan usaha lainnya. Kami juga menginventarisasi koperasi yang tidak aktif untuk direvitalisasi”, kata Thresia dalam wawancara dengan RRI, Rabu (26/03/2025).

Menurut Theresia, Pemerintah daerah akan terus melakukan sosialisasi kepada para kepala desa yang belum memahami konsep koperasi. Disnaker Transkop UMKM Manggarai Barat sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Pariwisata untuk mempercepat pembentukan koperasi di desa-desa.

Thresia mengakui adanya tantangan dalam implementasi program, seperti kurangnya pedoman teknis dari kementerian dan minimnya pengalaman desa dalam membangun koperasi berbasis sektor produktif. Ditambah lagi sebagian besar koperasi di Manggarai Barat masih berfokus pada simpan pinjam, sehingga dibutuhkan pendampingan untuk mengembangkan koperasi multipihak.

Ia juga menyebut antusiasme masyarakat masih dalam tahap awal karena mereka belum sepenuhnya memahami konsep koperasi ini.

Karena itu Ia berharap dengan sosialisasi yang lebih luas dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, masyarakat maka akan semakin banyak orang memahami pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

‘Kami melakukan advokasi di desa dan melibatkan tokoh masyarakat serta tokoh agama untuk menarik lebih banyak warga bergabung. Koperasi ini milik masyarakat desa, dan semakin banyak yang bergabung, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan”, urainya.