LABUAN BAJO TERKINI – Situs bersejarah Taman Renungan Bung Karno memiliki nilai penting bagi masyarakat Indonesia terlebih khusus bagi masyarakat Kabupaten Ende. Sehingga fasilitas menjadi penting untuk diperhatikan. Hal itu disampaikan oleh ketua GMNI Cabang Ende, Yohanes Lemba.

Yohanes pun menyoroti keberadaan fasilitas di Tanam Renungan Bung Karno yang kurang memadai seperti fasilitas toilet yang tidak terawat.

“Fasilitas toilet di Taman Renungan Bung Karno tidak memenuhi standar minimal yang diharapkan. Kondisi toilet yang tidak terawat dan tidak dapat digunakan merupakan kegagalan dalam pengelolaan fasilitas publik” ungkap Ketua GMNI.

Ketua GMNI itu juga menyampaikan retribusi yang dipungut dari pengunjung, yaitu sebesar Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak, seharusnya digunakan untuk memelihara dan meningkatkan kualitas fasilitas di taman renungan ini.

“Kondisi fasilitas yang tidak memadai menunjukkan bahwa retribusi tersebut tidak digunakan secara efektif”, sambungnya.

GMNI Cabang Ende merekomendasikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ende untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan fasilitas di Taman Renungan Bung Karno.

“Prioritas perbaikan fasilitas harus menjadi perhatian utama pemerintah Kabupaten Ende” tuturnya.

GMNI Cabang Ende mengusulkan beberapa langkah strategis untuk memperbaiki kondisi fasilitas di Taman Renungan Bung Karno.

1. Renovasi WC untuk memenuhi standar minimal yang diharapkan.

2. Meningkatkan alokasi sumber daya untuk pemeliharaan fasilitas.

3. Mengembangkan sistem pengelolaan fasilitas yang lebih efektif dan efisien.

Dengan perhatian dan tindakan yang tepat, Taman Renungan Bung Karno dapat menjadi tempat yang lebih nyaman dan bermanfaat bagi pengunjung.

Diketahui, pembangunan Toilet Umum sebesar Rp.2,2 Miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (Dak) Kementerian Pariwisata Tahun Anggara 2021.