BORONG  – Satu jenazah korban tanah longsor di Kampung Pau dan Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda  Kabupaten Manggarai Timur, NTT, berhasil ditemukan pada Senin (26/01), Siang. Penemuan ini membuat total korban tewas menjadi dua orang.

Sebelumnya, longsor dahsyat terjadi pada Kamis (22/01) lalu dan menimbun sejumlah warga beserta rumah mereka.

Tim SAR gabungan baru dapat menggunakan alat berat untuk pencarian pada Minggu (25/01) sore, setelah sebelumnya melakukan pencarian secara manual.

“Cuma satu korban sudah ditemukan,” ujar Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Buru Lana, kepada wartawan, Senin (26/01), Siang.

Korban yang tertimbun berjumlah dua orang perempuan dewasa. Identitas jenazah yang baru ditemukan belum dapat dikenali dan saat ini berada di posko bencana di Kampung Tuwa untuk proses identifikasi.

“Jenazah di posko, masih proses identifikasi,” jelasnya.

Sebelumnya, satu korban bernama Albina Ria (49) meninggal dunia saat menjalani perawatan di Puskesmas Benteng Jawa pada malam hari kejadian.

Sementara itu, Apri Nikolaus Aca, anak Albina yang berusia tiga tahun, berhasil selamat namun mengalami luka di wajah dan kaki dan masih menjalani perawatan.

2 Sekolah Terhenti, Akses Terisolasi 

Kegiatan pendidikan di dua sekolah yakni SDK Meni dan SMPN 10 Lamba Leda juga harus dihentikan sementara akibat dampak longsor.

Maria Dafrose Ode mengungkapkan, aktivitas belajar mengajar berhenti sejak Kamis lalu. Sejak hari Jumat, siswa dan guru tidak dapat masuk sekolah karena akses lumpuh total.

“Mau masuk bagaimana akses ke sini lumpuh total. Apalagi material longsor juga menimbun dua ruangan SDK Meni,” katanya di halaman SDK Meni pada Minggu (25/01).

SDK Meni yang terletak di Kampung Tuwa, sekitar ratusan meter dari pusat longsor, melayani anak-anak dari empat kampung yaitu Tuwa, Pau, Rentung, dan Sawung. Akses ke kampung ini terisolasi total sehingga warga tidak bisa keluar masuk.

Sementara SMPN 10 Lamba Leda yang berada di Kampung Rentung sekitar 1 kilometer dari lokasi longsor, meskipun tidak terdampak langsung, namun juga harus menghentikan kegiatannya.

“Banyak anak-anak SMP dari Kampung Tuwa dan Pau yang terdampak longsor,” ujar Sekretaris Camat Lamba Leda, Rikardus Samin di lokasi kejadian, Senin (26/01),Siang.

Pihaknya bersama Pemdes Goreng Meni akan menyurati Dinas Pendidikan dan Olahraga di Borong terkait kondisi kedua sekolah tersebut.