MANGGARAI TIMUR – Kerusakan rumah akibat tanah bergerak dan ancaman longsor di Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lnmba Leda Manggarai Timur melonjak tajam dari 12 pada April 2025 menjadi 28 unit rumah pada Januari 2026.
Terdapat banyak bangunan milik warga menunjukkan keretakan di dinding dan lantai, sebagian dalam kondisi terbelah dan sangat parah.
“Rumah dengan kerusakan berat sudah dibongkar dan dipindahkan melalui bantuan darurat pemerintah via BPBD,” ujar tokoh masyarakat Yustinus Rudin saat dihubungi media ini, Kamis (15/1), Sore.
Yustinus menuturkan, bencana ini pertama kali terjadi sejak tahun 2013, melanda area 2-3 km dekat pemukiman dan menghancurkan TPU Waso.
Sejak saat itu, tanah bergerak terjadi setiap tahun dengan retakan dan penurunan hingga 2-3 meter, merusak lahan pertanian dan tempat tinggal.
Selanjutnya, BPBD Manggarai Timur telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada April 2025. Namun sebagian keluarga belum punya tempat tinggal layak, sehingga terpaksa mengungsi atau tinggal di pondok kebun.
“Beberapa KK belum bisa membangun rumah baru karena lokasi tidak tersedia,” tambah Yustinus. Kondisi ini juga mengganggu jalur transportasi Benteng Jawa Dampek.
Sebelumnya, saat reses anggota DPRD Mikael Jaur (PAN) pada 22 Mei 2025,lalu, masyarakat meminta untuk di relokasi, juga belum ada jawaban.
Kepala Desa Ignatius Letor Sabon menyatakan KLB disebabkan curah hujan tinggi, dengan tanah labil yang bergeser 10-15 sentimeter setiap tahun.
Hingga berita ini diturunkan Pemda Manggarai Timur melalui Dinas Sosial sudah menyalurkan bantuan sebesar Rp10,5 juta untuk 12 KK terdampak, melalui rekening masing-masing.











Tinggalkan Balasan