LABUAN BAJO – Seorang wisatawan domestik asal Jakarta bernama Khansa Shakila (31 tahun) dari Sungai Bambu, Tanjung Priok, dikabarkan mengalami kecelakaan saat berkunjung ke objek wisata Air Terjun Cunca Jami, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Senin (26/01) siang.
Korban terpeleset di lokasi air terjun hingga mengalami gangguan pada rusuk bagian kanannya, dan kini tengah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan Wersawe.
Datang Bareng Wisatawan Asing dari Labuan Bajo
Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, mengungkapkan bahwa Khansa datang bersama dua wisatawan asing, satu asal Jerman dan satu lagi dari Australia.
Ketiganya ditemani oleh seorang pemandu wisata asal Labuan Bajo bernama Tobi.
“Awalnya mereka ingin mengunjungi Cunca Wulang. Tapi saat tiba di lokasi, petugas desa langsung tidak memberikan akses masuk karena kondisi cuaca yang sedang ekstrem,” kata Pius saat dihubungi Labuan Bajo Terkini, Senin siang.
Pius menambahkan, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Parekrafbud) Manggarai Barat telah resmi mengumumkan penutupan sejumlah objek wisata daratan. Di antaranya adalah Gua Rangko, Cunca Wulang, dan Pantai Mberenang.
Malah Pilih Jalur Alternatif ke Cunca Jami
Menurut Kades Pius, kelompok wisatawan tersebut datang melalui perantara agen perjalanan dari Labuan Bajo.
Setelah diadang petugas dan dijelaskan mengenai kebijakan penutupan lalu diminta untuk kembali, mereka justru mencari jalan lain untuk melanjutkan perjalanan.
“Mereka tidak mau pulang, malah mengambil jalur alternatif menuju Air Terjun Cunca Jami,” jelasnya.
Di lokasi Air Terjun Cunca Jami, tepatnya saat menjelajahi area sekitar air terjun, Khansa tiba-tiba terpeleset hingga mengalami jatuh yang menyebabkan cedera pada rusuk kanannya.
“Berdasarkan video yang dikirimkan warga setempat, terlihat jelas kalau Shakila terpeleset dan jatuh keras, yang akhirnya membuat tulang rusuk kanannya bermasalah,” ujar Pius.
Setelah melihat kondisi korban yang tidak bisa bergerak dengan leluasa, pemandu dan kedua wisatawan asing lainnya segera meminta bantuan warga sekitar.
Bersama-sama, warga kemudian mereka menggendong Khansa menggunakan tandu yang dibuat secara darurat, menempuh jarak sekitar dua kilometer hingga sampai ke Kampung Wersawe.
Sedang Dirawat di Puskesmas Wersawe
Hingga berita ini diterbitkan, tim medis di Puskesmas Wersawe sedang melakukan pemeriksaan dan memberikan perawatan komprehensif terhadap Khansa Shakila.
Kondisi korban saat ini dalam pengawasan ketat tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Dinas Parekrafbud Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori menyampaikan rasa prihatin mendalam terkait kejadian yang menimpa wisatawan tersebut.
Dikatakannya objek wisata Cunca Jami belum masuk dalam destinasi wisata yang diurus Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
“Itu destinasi yang diurus secara mandiri oleh masyarakat setempat. Kami belum pernah kesana, kami hanya tau dari media sosial”, kata Stefanus, melanjutkan,
“Kami sangat menyesal terjadi hal seperti ini. Penutupan sementara destinasi wisata ini bukan tanpa alasan,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan penutupan diambil berdasarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Tujuan utama adalah untuk menjaga keselamatan dan keamanan bagi semua pihak, baik wisatawan maupun masyarakat sekitar.
“Penutupan dilakukan karena ada potensi besar terjadinya hujan lebat, angin kencang, atau bahkan gelombang tinggi di beberapa lokasi pantai. Semua ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Stefanus menegaskan, objek wisata yang ditutup akan kembali dibuka untuk umum setelah mendapatkan informasi resmi dari BMKG bahwa kondisi cuaca dan lingkungan sekitar sudah aman untuk dikunjungi.
“Kami mengimbau kepada semua wisatawan untuk selalu memeriksa informasi terbaru mengenai kondisi wisata sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan adalah hal utama yang harus menjadi prioritas,” pungkasnya.











Tinggalkan Balasan