LABUAN BAJO TERKINI – Seorang turis asing terekam kamera terperosok ke dalam lubang trotoar yang menganga akibat hilangnya besi penutup di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (30/5/2025). Insiden ini, yang viral di media sosial, bukan kali pertama dan menambah panjang deretan keluhan atas fasilitas publik yang membahayakan.

Detik-detik nahas itu terekam dalam video yang pertama kali diunggah akun Facebook @Mefan Fam Ong. Tampak seorang perempuan asing berjalan santai sebelum tiba-tiba tubuhnya amblas ke dalam lubang. Ia kemudian dibantu rekannya dan beberapa warga yang sigap. “Bule jatuh di bawah lubang pembuangan,” terdengar suara dalam rekaman, menjelaskan situasi dengan gamblang. Mefan, sang pengunggah, tak bisa menyembunyikan keprihatinannya: “Tolong lubang-lubang di trotoar diperhatikan. Kasihan ini bule jatuh di lobang yang tidak ditutup.”

Sontak, unggahan itu memantik badai komentar dari warganet. Akun @Maria Martinezz menyoroti potensi bahaya lebih besar jika insiden terjadi di malam hari. “Masih siang. Apalagi kalau malam tambah lampu jalan tidak menyala,” tulisnya, menyiratkan minimnya penerangan publik. Kekecewaan mendalam dilontarkan akun @Roberto Bajo yang menyebut kejadian ini sangat memalukan bagi citra Labuan Bajo sebagai kota pariwisata superpremium. “MEMALUKAN PREMIUM CITY,” ketusnya singkat namun menusuk.

Dugaan pencurian penutup manhole pun menyeruak. “Mungkin ada yang curi tutupannya terus jual di besi bekas,” tulis akun @Bajo Baju, menunjuk pada kemungkinan motif ekonomi di balik hilangnya fasilitas vital tersebut. Akun @Volta Labuan Bajo dan @Nayca Parera mengamini bahwa ini bukan insiden tunggal. “Kejadian yang berulang. Parah kita di Mabar ini,” dan “Sering bule jatuh di tempat begini,” menjadi testimoni betapa abainya penanganan masalah ini.

Memori pahit serupa memang belum lama berlalu. Pada Minggu, 9 Juni 2024 lalu, turis asal Spanyol bernama Daniel juga terjerembap ke lubang trotoar yang manhole-nya raib di Jalan Pantai Pede, Desa Gorontalo. Kakinya robek dan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan. Robby, seorang saksi mata, menuturkan pada Senin, 10 Juni 2024, bahwa kondisi lokasi saat itu gelap gulita. “Gelap jadi mungkin wisatawan ini tidak melihat ada lubang di situ, memang ada lampu jalan tetapi tidak menyala,” ungkapnya.

Kegeraman memuncak datang dari Obe Hormat, Ketua Pemuda Manggarai Barat Bersatu (PMBB). Ia mengonfirmasi ini adalah insiden kedua kalinya wisatawan asing jatuh di lokasi yang sama akibat manhole yang sama tidak memiliki penutup. “Dan kemarin malam terjadi lagi satu wisatawan mancanegara jatuh di tempat itu. Ini sangat memalukan, apalagi tamu ini marah-marah dan kesal,” tegas Obe.

Dengan nada tinggi, Obe mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk segera bertindak. “Tolong diperhatikan itu lampu jalan disitu karena situasi ditempat itu kondisinya sangat gelap. Jangan sampai ada yang menjadi korban lagi, atau mati karena lubang itu sangat dalam,” serunya. “Dan sekali lagi saya bilang kejadian ini sangat memalukan karena ini jalan super prioritas, katanya, tetapi pada kenyataannya hal-hal kecil begini tidak dicek. Jadi siapa yang bertanggung jawab kalau tamu ini mati, apalagi tamu ini manca negara. Dan masalah ini serius loh, dan kejadian yang ke dua kali, kalau sampai negaranya tahu ia jatuh dalam lubang, malu sekali kita!”

Ironis. Di tengah gembar-gembor Labuan Bajo sebagai etalase pariwisata ‘kelas dunia’, persoalan elementer seperti keselamatan trotoar justru menjadi borok yang berulang kali mengoyak citra. Publik menanti langkah konkret dan cepat dari otoritas terkait, sebelum lubang-lubang ini menelan korban berikutnya dan predikat ‘premium’ hanya tinggal nama.