NASIONAL – Progres penanganan bencana yang diumumkan Seskab jadi momentum untuk jawab keresahan publik, tapi pakar menyoroti lemahnya persiapan daerah sebelum kejadian!

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah memastikan penanganan bencana Sumatera berjalan secara masif sejak hari pertama kejadian pada 26 November 2025.

Pernyataan detilnya itu tidak cuma menepis tuduhan “pemerintah tidak kerja” malah jadi momentum penting untuk menunjukkan upaya pemerintah, kata Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah.

“ada kesempatan luar biasa bagi pemerintah untuk menjelaskan penanganan yang dulu dianggap tidak optimal,” ujar Trubus, Selasa (23/12/2025).

Meski pemerintah pusat dan daerah sudah bergerak bersama, ia mengakui daerah terdampak terlalu luas jadi membuat proses terasa lambat bagi beberapa pihak.

Yang paling mencolok: Trubus menekankan kondisi sekarang jauh berbeda dengan Tsunami Aceh 2004.

Saat itu, BNPB belum ada dan APBD tidak menyediakan anggaran tanggap darurat  jadi pemerintah terpaksa menetapkan status bencana nasional. “Sekarang, seharusnya daerah lebih mandiri!” tegasnya.

Ia bahkan menyoroti lemahnya persiapan pra-bencana di daerah Sumatera, dibandingkan contoh sukses di Yogyakarta atau Lumajang.

“Di Yogya, pas gunung meletus warga tidak teriak-teriak karena sudah tahu mau ke mana. Di Sumatera, sepertinya sosialisasi dan pendidikan belum maksimal,” jelasnya.

Meski begitu, Trubus mengakui langkah Teddy yang menjelaskan detail penanganan sudah menjawab keresahan publik yang bervariasi.

“Setidaknya bisa jawab dinamika persepsi masyarakat yang bingung dengan situasi bencana,” tutupnya.

Sebelumnya, Teddy juga menyerukan kerjasama dan kekompakan semuanya: “Kalau niat bantu, ayo sama-sama hibur warga, bikin senyum. Kita saling bantu, saling jaga!”