LABUAN BAJO – Sebanyak 18 kapal wisata dan kapal pengangkut logistik telah karam atau kandas di perairan Taman Nasional Komodo (TNK) Labuan Bajo selama periode 2020 hingga awal 2026. Beberapa kejadian bahkan menimbulkan korban jiwa, salah satunya insiden kapal Putri Sakinah yang membawa wisatawan asal Spanyol.

Tahun 2020; Pandemi Jadi Penyebab Utama 

Pada tahun 2020, sebanyak 6 kapal tenggelam. Lima di antaranya yakni KM Sarana Inti Pangan 01, Embong Nai, Surya Indah, La Bohem, dan kapal milik investor asing, tidak terurus selama masa pandemi sehingga mengalami kerusakan hingga tenggelam.

Salah satu kasusnya, KM Sarana Inti Pangan 01 tenggelam karena pompa air bermasalah dan tidak terawat dengan baik. Selain itu, kapal Aditya juga tenggelam pada 4 Desember 2020 akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Tahun 2023;: 6 Kapal Terjebak Masalah 

Tahun 2023 tercatat 6 kejadian tenggelam atau kandas. Salah satu yang menjadi sorotan adalah KLM Tiana yang tenggelam di perairan Batu Tiga pada 21 Januari saat dari Pulau Padar ke Pulau Komodo.

Kapal ini ternyata tidak laik berlayar dan pernah tenggelam setahun sebelumnya. Tak hanya itu, tidak ada briefing keselamatan dan fasilitas seperti life jacket tidak lengkap.

Kemudian pada 22 Juli, KM Teman Baik tenggelam di sekitar Pink Beach setelah mengalami kerusakan mesin.

Saat ditarik oleh kapal lain, pusaran air membuatnya miring dan tenggelam. Diduga kapal ini tidak memiliki surat persetujuan berlayar.

Kasus lain melibatkan KLM Dragonet, sekoci milik KM Kaia, KM Duta Samota, dan KM Lalang Koe GT 35.

Tahun 2024: 4 Kapal Karam Karena Bocor Saat Berlabuh 

Tahun 2024 ada 4 kapal yang tenggelam, yaitu KM Al Fathran (4 Januari), White Pearl (5 April), KM Mona Lisa Satu (8 Agustus), dan speedboat Ohana (6 Oktober).

Kapal White Pearl tenggelam saat berlabuh di sekitar Pulau Kanawa akibat cuaca buruk yang menyebabkan kebocoran. Sementara KM Mona Lisa Satu terjangan angin kencang dan gelombang tinggi saat menuju Pulau Padar, namun seluruh penumpang dan kru berhasil selamat.

Tahun 2025-2026: Kapal Karam Ada Korban Jiwa

Pada 18 Januari 2025, sebuah kapal pengangkut logistik tenggelam, diikuti kapal wisata Anging Mamiri pada 29 Juni 2025.

Disusul Kapal pinisi Dewi Anjani tenggelam di Dermaga Pink, Labuan Bajo, Selasa pagi (30/12/2025), diduga karena ABK tertidur sehingga tidak memompa air.

Yang paling menyayat hati adalah insiden kapal Putri Sakinah yang tenggelam akhir Desember 2025 atau awal Januari 2026 di Selat Pulau Padar. Kapal membawa 11 orang, termasuk 6 wisatawan Spanyol yang merupakan keluarga Fernando Martín Cáceres, pelatih Valencia CF Femenino B.

Hingga 4 Januari 2026, telah ditemukan dua korban jiwa yaitu Fernando Martín dan anaknya berusia 12 tahun. Dua orang lagi masih hilang, sedangkan 7 orang termasuk istri dan anak Fernando berhasil selamat. Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan.

Penyebab Umum dan Respon Pemerintah 

Penyebab utama tenggelamnya kapal antara lain tidak terawat selama pandemi, cuaca ekstrem, kapal tidak layak beroperasi, kelalaian petugas, serta kurangnya fasilitas keselamatan.

Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Ulu Putty menilai, kejadian ini menunjukkan lemahnya pengawasan kelaik lautan. Ex. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga menyatakan akan membuat SOP khusus bagi kapal wisata di kawasan TNK.

Beberapa langkah yang telah diambil pemerintah antara lain pengecekan kelayakan kapal secara berkala, pemberian peringatan cuaca real-time dari BMKG, pelatihan kru kapal, hingga pembangunan dermaga aman dan fasilitas bantuan darurat.

Cara Pilih Kapal Wisata Aman

Untuk memastikan keselamatan saat berpergian dengan kapal wisata di Labuan Bajo, wisatawan disarankan:

  • Memeriksa dokumen resmi seperti Surat Keterangan Kelayakan Laut (SKKL) dan Surat Izin Operasional Perahu Penumpang (SIOPP)
  • Memverifikasi daftar kapal layak melalui situs resmi Badan Otorita Labuan Bajo (BOLBF) atau Dinas Perhubungan NTT
  • Memastikan kapal memiliki life jacket yang cukup dan berfungsi, serta kru yang berpengalaman
  • Membaca ulasan dari wisatawan sebelumnya dan menghindari kapal dengan harga jauh lebih murah dari pasar umum

Selain itu, pastikan operator kapal terdaftar di laman registration.labuanbajoflores.id untuk memastikan keabsahannya.