LABUAN BAJO TERKINI – Warga Dusun Soknar, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat [Mabar] Provinsi NTT meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki dermaga yang telah mengalami kerusakan parah selama 16 tahun atau lebih dari satu dasawarsa.
Adalah Abdul Razak, tokoh masyarakat dan Kepala Dusun Soknar, Desa Golo Mori menyatakan dermaga tersebut dalam kondisi 90 persen rusak parah dan tak lagi bisa di manfaatkan warga.
“Kami butuh perbaikan dermaga ini.karena dermaga ini menjadi tempat titik berangkat dan pulang bagi nelayan setelah mencari hasil di laut”,kata dia, melanjutkan, “Sekalipun Desa Golo Mori sudah terkenal dimana mana kalau dermaga di Soknar ini masih rusak ya sama saja bohong”, tambahnya.

Sebelumnya kata Rozak, dermaga tersebut di bangun pada tahun 2009, terbuat dari kayu yang kuat, namun faktor alam dan usia telah membuatnya rusak parah dan nyaris ambruk.
“Kami sudah mengajukan permohonan perbaikan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, namun belum ada tindakan nyata. Mereka [Dinas Perhubungan] bilang dermaga itu masih masuk dalam aset Dinas Perikanan sehingga belum bisa diusulkan untuk diperbaiki”, ujarnya.
Pantauan media ini, kondisi dermaga di Dusun Soknar Desa Golo Mori itu memang dalam kondisi rusak parah dan sangat memprihatikan, dengan paku dan papan yang terlepas, sehingga warga merasa takut untuk melintas.
Padahal, dermaga tersebut kata dia, sangat penting bagi aktivitas masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
Dusun Soknar yang sebelumnya terisolasi kini menjadi lebih dikenal berkat adanya venue internasional.Golo Mori dan berada di Kawasan Ekonomi Khusus [KEK].
Sebelumnya Venue Golo Mori itu diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, PT Tanah Mori Makmur Indonesia dan PT Indonesia Tourism Development Corporation [ITDC] sejak 2018; dan diresmikan oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo pada tahun 2023.
Masyarakat Soknar pun berharap agar pemerintah setempat segera memperbaiki dermaga itu agar secepatnya dapat berdampak ekonomi bagi mereka.
Terkait pernyataan Rozak tentang status aset dermaga tersebut wartawan media ini mencoba mengonfitmasi hal tersebut kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan [DKPP] Kabupaten Manggarai Barat.
“Baik dan terimakasih informasinya. Saya akan segera hubungi Kades dan Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat sebagai dinas teknis”,kata Kadis DKPP Mabar, Fatinci Reynilda.











Tinggalkan Balasan