LABUAN BAJO TERKINIKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) telah melakukan survei lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 19 April 2025 kemarin. Lokasi itu terletak di Desa Kakor, Kecamatan Lembor Selatan.

“Tim PUPR Jakarta sudah melakukan survey Sekolah Rakyat, yang berlokasi di Desa Kakor, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat,” kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Manggarai Barat, Marselinus Jebarus, Selasa (22/4) menukil InfoMabar.

Marsel menyebut tim dari Kementerian PU yang hadir pada saat kegiatan survei lokasi sebanyak 5 orang, dan diketuai oleh Ade. Kehadiran tim survei diterima Kepala Desa Kakor, Benediktus Dorman beserta aparat desa dan tokoh masyarakat setempat. Selain itu, hadir dalam acara tersebut para kepala sekolah dari SD, SMP, dan SMA Kakor.

Awalnya lokasi yang disurvei di lahan sekolah SD, SMP dan SMA Kakor dan Bea Kakor, Desa Kakor. “Di lokasi yang pertama, yakni di lingkungan sekolah, setelah dilakukan survei, total lahan yang tersedia adalah 1,7 hektar. Itu sudah di luar bangunan sekolah yang sudah ada,” jelas Marsel.

Setelah dilakukan survei di sekolah itu, tim dari Kementerian PU menyimpulkan bahwa lokasi itu tidak memenuhi syarat untuk Sekolah Rakyat. Sementara lokasi kedua yang disurvei di Bea Kakor. Lahan di lokasi ini adalah milik masyarakat yang sudah dihibahkan kepada Pemerintah Desa Kakor.

“Lokasi kedua di Bea Kakor ini luasnya sekitar 5 hektar. Lokasi ini milik masyarakat dan saat ini sedang dalam proses clear and clean, setelah dihibahkan kepada pemerintah desa. Ketika nanti sudah final, maka urusan selanjutnya adalah penyerahan tanah ke Pemda,” katanya.

Marsel menyatakan kehadiran program Sekolah Rakyat ini disambut antusia oleh masyarakat di Desa Kakor. Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah Prabowo-Gibran untuk menyediakan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Pemerintah menargetkan peserta didik berasal dari kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seleksi akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan verifikasi status ekonomi, dilanjutkan dengan tes akademik.

Sekolah Rakyat akan dibuka untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan standar pendidikan nasional. Selain mata pelajaran formal, kurikulum juga akan menekankan penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan.