LABUAN BAJO TERKINI Kota Ruteng di Manggarai, NTT, menghadapi masalah serius kelangkaan air bersih akibat penurunan debit air yang disebabkan oleh perubahan iklim dan kemarau panjang.

Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Komodo dalam tanggapannya dengan media ini Sabtu, 10 Mei 2025, menjelaskan pihaknya telah melakukan tes rilis situasi dan mencari sumber alternatif baru untuk menambah pasokan air.

Direktur Perumda Tirta Komodo Marsel Sudirman, melalui Kabag Teknik Willy D. Jeneo, menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan meskipun ada keluhan dari pelanggan, dan berusaha menjawab permasalahan yang dihadapi.

Perumda Air Minum Tirta Komodo juga mencari 5 (lima) sumber alternatif baru untuk menambah debit air yang sudah berkurang  lalu  bernegosiasi dengan pemiliknya untuk segera didistribusikan, langkah ini dimulai sejak tahun 2024.

“Strategi jangka pendek termasuk negosiasi dengan pemilik sumber air dan penyediaan mobil tanki 24 jam untuk wilayah dengan masalah ekstrem”, kata Willy.

Ia melanjutkan, untuk jangka panjang, Perumda Tirta Komodo melakukan penanaman pohon di sekitar sumber mata air setiap triwulan.

“Perumda juga mengajak masyarakat untuk memahami penyebab kelangkaan air dan mengatur penggunaan air dengan baik”, tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab Perumda, lanjut dia, Perumda Tirta Komodo telah menyediakan saluran pengaduan bagi masyarakat sekaligus memberdayakan pegawai lapangan untuk merespons lebih cepat terhadap keluhan pelanggan.

“Jika masalah air berlanjut, Perumda siap mengambil langkah alternatif dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintah. Kita juga harus memanajemenkan penggunaan air degan benar”, pungkas Willy.

Lebi jauh kata Willy, menyadari akan masalah serius tersebut, perumda air bersih Tirta Komodo mengimbau kepada masyarakat untuk:

Pertama: mengajak masyarakat untuk sama-sama memahami akan penyebab utama kekuragan air bersih di kota Ruteng.

Kedua; Perumda membuat jadwal pengaliran air berdasarkan waktu, karena itu masyarakat diminta untuk menyiapkan wadah untuk menampung air untuk mengantisipasi apabila air tidak jalan atau pergantian jadwal.

Keempat:  kepada masyarakat secara umum untuk tidak memotong pipa saluran air, karena air dipakai untuk kepentingan banyak orang bukan untuk kepentingan perorangan.

Kelima: menindaklanjuti keluhan masyarakat, Perumda juga menyediakan  wadah saluran informasi keluhan pelanggan seperti call centre, akun IG Perumda, FB dan lain-lain

Selain itu, Direktur Perumda Tirta Komodo Marsel Sudirman menandaskan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi kepada para pihak tak terkeuali kepada para petugas lapangan.

“Kepada pegawai dengan tegas saya mengatakan bahwa  dengan situasi ini butuh ekstra perhatian juga energi untuk melayani, karena kita sedang ada dalam soal, tidak boleh biasa-biasa saja harus luar biasa. Yang biasanya lambat respon, sekarang tidak. Bahkan jangan tunggu ada telepon, harus ada jemput bola, menanyakan ada persoalan atau tidak, itulah bentuk pembenahan kita kedalam” ungkap Marselus, melanjutkan,

“Kita mengandaikan apabila kekurangan air bersih ini terus berlanjut atau berkepanjangan dan lebih buruk lagi, kami  akan mengambil langkah alternatif dan inovatif dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting, berdiskusi dengan Pemkab, DPR  dan seluruh stakeholders, menghadirkan teknologi dan membentuk tim”, imbuhnya lagi.

 

 

Oleh: Yasinta Nuryati, Wiwin V.A Lunus, Fransiska M. Andu – Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris Unika St.Paulus Ruteng Manggarai NTT