LABUAN BAJO TERKINI -Pasar Mbongawani, pusat perdagangan penting di Kabupaten Ende, mengalami masalah serius seperti penataan penjualan yang tidak sesuai, sampah berserakan, dan penempatan lapak pedagang yang tidak nyaman bagi pembeli. Ketua GMNI Cabang Ende mengungkapkan perlunya penanganan segera terhadap kondisi ini. Rabu (6/8/2025).
Ketua GMNI Ende, Yohanes Lemba, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait pengelolaan Pasar Mbongawani yang dinilai tidak efektif. Menurutnya, kondisi pasar yang tidak terurus dan tidak sesuai dengan tata kelola yang baik dapat berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat sekitar.
“Kami sangat menyayangkan kondisi pasar ini. Pemkab Ende perlu membuat rencana strategis untuk memperbaiki kondisi pasar dan meningkatkan kenyamanan serta keamanan bagi pedagang dan pembeli,” kata Yohanes Lemba.
Kegagalan Pengelolaan Pasar.
Penataan penjualan di jalan yang tidak sesuai dapat menyebabkan kemacetan kendaraan dan mengganggu ketertiban umum.
Sistem retribusi pasar yang tidak efektif dapat menyebabkan pendapatan daerah tidak optimal.
Penempatan penjualan yang tidak sesuai dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pedagang dan pembeli.
GMNI Ende mendesak.
1. Pengelolaan pasar yang lebih serius dan terencana.
2. Langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kondisi pasar, termasuk penataan penjualan di jalan, retribusi pasar, dan penempatan penjualan.
3. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pasar untuk memastikan bahwa pengelolaan pasar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Harus ada perhatian khusus dari pemerintahan,Yohanes Lemba berharap Pemkab Ende dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi Pasar Mbongawani, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.











Tinggalkan Balasan