LABUAN BAJO – Kedutaan Besar Spanyol di Indonesia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas tanggapan serta komitmen yang ditunjukkan oleh berbagai pihak berwenang Indonesia menyusul insiden tragis kecelakaan kapal wisata Putri Sakinah yang terjadi di Labuan Bajo pada tanggal 26 Desember 2025, lalu

Dalam insiden tersebut, empat warga negara Spanyol kehilangan nyawa, dengan satu korban terakhir masih belum ditemukan.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) pada Rabu (7/1/2026), Duta Besar Spanyol Bernardo de Sicart Escoda mengungkapkan apresiasi atas upaya yang dilakukan selama menangani kasus tersebut.

Permintaan perpanjangan operasi pencarian juga disampaikan melalui surat tersebut.

“Kami ingin secara khusus menyoroti banyak upaya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga Indonesia, serta tingkat koordinasi dan kerja sama di antara semua pihak berwenang yang terlibat,” tulis Duta Besar Spanyol Bernardo de Sicart Escoda dalam surat tersebut.

Kedutaan Besar Spanyol juga mengakui peran penting yang dilakukan oleh sejumlah institusi Indonesia dalam penanganan insiden tersebut, antara lain Basarnas, Otoritas Pelabuhan, serta Tentara Nasional Indonesia-Polisi Republik Indonesia (TNI-POLRI).

“Profesionalisme dan dedikasinya telah menjadi teladan sepanjang proses yang sulit ini,” tegas Bernardo de Sicart Escoda.

Berkat upaya berkelanjutan dan kerja sama yang erat antar berbagai lembaga terkait, jenazah tiga dari empat korban warga negara Spanyol telah berhasil ditemukan sejak 29 Desember 2025 hingga 06 Januari 2026.

Berdasarkan penemuan tersebut serta surat permintaan dari Kedutaan Besar Spanyol, Tim SAR Gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian hingga 2 hari mulai tanggal 08-09 Januari 2026.

“Perpanjangan Operasi SAR dilakukan dengan adanya penemuan korban ke tiga kemarin (06/01) serta surat permintaan perpanjangan operasi SAR dari Kedubes Spanyol,” terang Fathur Rahman Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator).

Pada hari pertama perpanjangan operasi (8 Januari 2026), Tim SAR Gabungan telah berangkat ke lokasi pencarian sejak pukul 06.30 WITA. Fokus pencarian hari ini berada di sekitar lokasi penemuan bangkai KM Putri Sakinah. Sebanyak 168 personel unsur gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai TNK Komodo, P3KOM, Gahawisri, BPBD Manggarai Barat, komunitas dive Labuan Bajo serta unsur gabungan lainnya terlibat dalam operasi ini, dengan pengerahan 18 alat utama untuk menyisir pulau-pulau di kawasan Labuan Bajo.

“Tim SAR Gabungan dari Ditpolair Polda NTT juga menurunkan ROV dan Sonar, pengerahan Multi Beam Sonar dari ITB Bandung dan Multi Beam Sonar dari Distrik Navigasi Kupang untuk mendeteksi keberadaan korban di perairan dekat Pulau Padar dan hasil operasi SAR masih nihil,” tandas Fathur dalam wawancara pada hari ke-13 pencarian.

Kedutaan Besar Spanyol kembali menyampaikan apresiasi tulusnya kepada Basarnas dan kepada semua otoritas Indonesia yang terlibat atas upaya luar biasa, komitmen kemanusiaan, dan kerja sama yang erat.

Pihak kedutaan juga menyatakan bahwa mereka tetap siap membantu dan mendukung segala bentuk koordinasi lebih lanjut yang mungkin diperlukan dalam rangka menyelesaikan kasus ini dengan baik.