LABUAN BAJO,– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Direktorat Meteorologi Maritim merilis prakiraan cuaca maritim terperinci untuk kawasan wisata bahari Labuan Bajo, mencakup perairan sekitar Pulau Rinca, Papagarang, Sabolo, dan Padar, yang berlaku mulai 11 hingga 13 Januari 2026.
Prakiraan menunjukkan kondisi cuaca beragam dengan potensi hujan petir yang terjadi setiap hari mulai sore hingga malam, sementara parameter kondisi laut seperti kecepatan arus, tinggi gelombang, dan kecepatan angin menunjukkan variasi signifikan di setiap lokasi.
RINCIAN KONDISI PER PULAU
Pulau Rinca
Pada 11 Januari, pagi hingga siang cerah berawan hingga berawan dengan angin 5-8 knot dari Barat Laut, arus 30-60 cm/s, dan gelombang 0,8 meter. Sore hingga malam terjadi hujan petir dengan angin 10-13 knot.
Pada 12 Januari, kondisi serupa dengan gelombang sedikit meningkat menjadi 0,7-0,9 meter.
Pada 13 Januari, angin lebih kencang hingga 15 knot pada pagi dan sore hari, arus 20-45 cm/s, dan gelombang 0,6-0,7 meter. Kualitas air baik dengan visibilitas 8-12 meter.
Pulau Papagarang
Sepanjang periode, pagi hingga siang cerah berawan hingga berawan dengan angin 5-14 knot dari Barat Laut.
Hujan petir terjadi setiap sore hingga malam dengan angin 9-14 knot.
Pada 11 Januari, arus dan gelombang stabil pada 30 cm/s dan 0,6 meter.
Pada 12 Januari, gelombang meningkat menjadi 0,7-0,9 meter.
Pada 13 Januari, angin mencapai 14 knot pada pagi dan sore hari, arus 20-30 cm/s, dan gelombang 0,6-0,9 meter.
Visibilitas bawah air 8-12 meter, menurun menjadi 5-7 meter saat hujan.
Pulau Padar
Pagi hingga siang cerah berawan hingga berawan dengan angin 5-15 knot dari Barat Laut.
Hujan petir terjadi sore hingga malam pada 11 dan 13 Januari, serta hanya malam hari pada 12 Januari dengan angin 10-15 knot.
Kecepatan arus cukup tinggi hingga 150 cm/s pada siang hari 11 dan 13 Januari, sementara tinggi gelombang rendah pada 0,3-0,5 meter. Kualitas air sangat baik dengan visibilitas 10-15 meter, menurun menjadi 7-9 meter saat arus tinggi.
Pulau Sabolo
Setiap pagi diperkirakan hujan ringan dengan angin 4-17 knot dari Timur Laut. Siang hari berubah menjadi cerah berawan dengan angin 11-14 knot.
Sore hingga malam terjadi hujan petir dengan angin 15-17 knot.
Pada 11 Januari, arus 20-30 cm/s dan gelombang 1,1 meter.
Pada 12 Januari, gelombang meningkat menjadi 1,2-1,3 meter.
Pada 13 Januari, arus mencapai 45 cm/s pada siang hari dan gelombang melonjak menjadi 1,4 meter pada malam hari nilai tertinggi di seluruh kawasan.
Visibilitas 6-10 meter, menurun menjadi 3-5 meter saat arus tinggi.
REKOMENDASI DAN INFORMASI PENTING
BMKG mengimbau seluruh pelaku aktivitas di atas perairan, termasuk wisatawan, operator wisata, dan nelayan, untuk menghindari keluar laut pada periode sore hingga malam hari ketika terdapat potensi hujan petir.
Aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, selam, dan perjalanan kapal kecil lebih disarankan dilakukan pada pagi hingga siang hari, dengan memperhatikan kondisi arus dan gelombang di setiap lokasi.
Khusus untuk Pulau Sabolo pada malam hari 13 Januari, tingginya gelombang hingga 1,4 meter memerlukan antisipasi ekstra.
Sementara di Pulau Padar, arus yang kuat hingga 150 cm/s perlu menjadi perhatian utama bagi pelaku aktivitas bawah air. Untuk sore dan malam hari tetap diingatkan untuk tidak berlayar di sekitar selat Padar.
Informasi cuaca maritim terkini dapat diakses secara real-time melalui situs resmi BMKG Maritim di www.maritim.bmkg.go.idhttps://linktr.ee/stamar.tenau atau akun resmi media sosial @bmkgmaritim.
Bagi yang membutuhkan bantuan darurat terkait kondisi cuaca dan keselamatan di perairan, dapat menghubungi Call Center BMKG pada nomor 196 atau pihak penyelamat laut lokal Labuan Bajo.











Tinggalkan Balasan