LABUAN BAJO – Sebanyak 100 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Labuan Bajo akan menghadirkan pertunjukan seni caci skala besar di Gua Batu Cermin pada Minggu, 8 Maret 2026, besok.
Kegiatan yang masuk dalam program Kementerian Kebudayaan bidang pemanfaatan ruang publik ini bertujuan untuk menumbuhkan cinta generasi muda terhadap warisan budaya Manggarai sejak dini.
“Misi utama kita adalah melakukan regenerasi seni caci agar tidak hilang dengan waktu. Caci tidak harus ditunggu sampai anak-anak dewasa, sejak kecil mereka bisa mengenalnya dengan cara yang aman dan sesuai tahapan usia,” ujar penggagas acara Mardaniyanti saat ditemui di Labuan Bajo, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, selama ini seni caci sering identik dengan pertunjukan untuk kalangan dewasa yang mengusung unsur duel.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama hampir tiga minggu ini, konsep caci disajikan secara edukatif dan ramah anak, namun tetap mempertahankan esensi nilai tradisional yang terkandung di dalamnya.
Peserta dari Berbagai Lembaga Pendidikan
Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai lembaga pendidikan mulai dari kelompok bermain, TK, SD, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Labuan Bajo. Mereka mendapatkan pembinaan langsung dari mentor ahli di bidang musik tradisional, tari tradisional, serta teknik dasar gerakan caci.
Pelatihan dilakukan dengan sistem jadwal fleksibel agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah masing-masing. Pendekatan kolaboratif antara penyelenggara dan sekolah diharapkan dapat menyatukan pendidikan formal dengan penguatan karakter berbasis nilai budaya lokal.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya paham tentang gerakan saja, tapi juga makna filosofis di balik setiap gerakan dan musik yang menyertainya,” tambahnya.
Gua Batu Cermin Jadi Lokasi Strategis
Pemilihan Gua Batu Cermin sebagai lokasi pertunjukan bukan tanpa alasan. Selain menjadi salah satu ikon pariwisata andalan Labuan Bajo, panggung terbuka di kawasan tersebut dianggap sangat strategis untuk menjembatani antara upaya pelestarian budaya dengan sektor pariwisata yang sedang berkembang pesat.
Pertunjukan caci khas anak-anak di ruang publik ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol regenerasi budaya Manggarai, namun juga menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
“Kita berharap program ini bisa melahirkan generasi muda Manggarai yang bangga dan percaya diri untuk memamerkan identitas budaya mereka, tidak hanya di daerah sini tapi juga bisa bersaing di kancah yang lebih luas,” pungkasnya.
Acara yang menjadi puncak dari workshop caci untuk anak-anak ini telah digelar sejak 20 Februari 2026 lalu.











Tinggalkan Balasan