LABUAN BAJO – Suasana ceria dan antusiasme tinggi mewarnai kunjungan edukasi siswa TK Charis Flores ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (26/5).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA ini menjadi momen berharga bagi puluhan anak usia dini untuk mengenal lebih dekat sosok pahlawan penyelamat sekaligus mendapatkan bekal pengetahuan penting mengenai keselamatan.

Kunjungan ini dilaksanakan berdasarkan surat permohonan resmi dari TK Charis Flores Nomor: 62/Charis Flores/11052026 perihal Permohonan Kunjungan Edukasi (Field Trip), yang kemudian difasilitasi penuh oleh pihak Satpol PP dan Damkar setempat.

Sebanyak 28 siswa didampingi oleh 7 orang guru mendatangi lokasi untuk belajar langsung tentang pencegahan dini bahaya kebakaran serta seluk-beluk profesi pemadam kebakaran.

Di awal acara, petugas mengajak anak-anak berteriak mengumandangkan yel-yel khas Pemadam Kebakaran. Semangat anak-anak pun terlihat bersemangat mengikuti setiap rangkaian acara yang disiapkan oleh para fasilitator dari Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Dalam sambutannya, Yeremias Ontong menyambut baik inisiatif TK Charis Flores yang memilih kantor Satpol PP dan Damkar sebagai tujuan pembelajaran luar kelas.

Ia menekankan, penanaman pemahaman tentang keselamatan dan pencegahan bahaya harus dimulai sejak usia dini agar menjadi kebiasaan dan budaya di masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi langkah TK Charis Flores yang mengajak anak-anak berkunjung ke sini. Edukasi pencegahan bahaya kebakaran itu sangat penting diberikan sejak dini. Jika anak-anak sudah paham apa itu bahaya api dan bagaimana cara mencegahnya, ilmu ini akan terbawa hingga mereka dewasa dan bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya nanti,” ujar Yeremias Ontong, kepada wartawan,Selasa,(26/5).

Lebih jauh, Yeremias menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini bukan hanya sekadar memperkenalkan seragam merah dan mobil pemadam kebakaran, tetapi juga mengubah pandangan anak-anak bahwa petugas Damkar adalah sosok pelindung dan penyelamat yang siap membantu masyarakat.

“Kami ingin anak-anak tidak takut, tapi justru merasa aman dan mengenal bahwa profesi pemadam kebakaran itu mulia, yaitu membantu, menolong, dan menyelamatkan sesama. Selain itu, mereka juga kami ajarkan bahwa tugas kami tidak hanya memadamkan api, tapi juga melakukan penyelamatan dan evakuasi dalam berbagai situasi darurat,” tambahnya.

Dalam sesi materi, para siswa diperkenalkan secara interaktif mengenai tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran.

Anak-anak diajak berkeliling mengenal lingkungan kantor, melihat beragam alat keselamatan canggih, hingga menatap kagum armada mobil pemadam kebakaran yang menjadi idaman banyak anak.

Puncak kegembiraan terasa saat sesi simulasi pemadaman api berlangsung. Dengan pengawasan ketat dan arahan petugas profesional, para siswa diberi kesempatan emas untuk merasakan langsung pengalaman memegang selang air dan menyemprotkan air.

Sorak sorai kegembiraan tak terelakkan saat air menyembur keluar, memberikan pengalaman nyata dan tak terlupakan bagi mereka.

Sebagai penutup kegiatan, diadakan permainan edukatif berupa lomba ketangkasan dengan air.

Permainan yang seru dan menyegarkan ini tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga melatih keberanian serta menanamkan nilai kerja sama tim sejak dini.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan field trip ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan pemahaman dasar yang berharga mengenai bahaya kebakaran dan cara pencegahannya. Pihak Satpol PP dan Damkar Manggarai Barat berharap kerja sama edukatif semacam ini dapat terus berlanjut, guna membangun budaya keselamatan masyarakat sejak usia dini. (*).