LABUAN BAJO – Kondisi yang memprihatinkan terlihat di Pelabuhan Waterfront Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Tumpukan sampah yang menggunung mengelilingi tempat pembuangan sementara (TPS) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat.

Dalam pantauan Labuan Bajo Terkini pada Sabtu (4/7) siang, tumpukan sampah meluber keluar dari wadah besar bertuliskan “Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan”.

Sampah seperti kantong plastik hitam, kardus bekas, kemasan botol, dan limbah pasar menumpuk di sekitar area tersebut, memenuhi ruang kosong dan mempersempit akses jalan.

Beberapa petugas pengangkut sampah dari dermaga terlihat sibuk mengangkut sampah menggunakan gerobak dorong, tetapi volumenya yang sangat besar tampaknya belum dapat ditangani sepenuhnya dalam waktu singkat.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, menegaskan bahwa mereka telah mengirimkan surat resmi kepada DLHK, namun belum ada tindakan nyata di lapangan.

“Dengan semakin banyaknya kapal yang beroperasi, frekuensi pengangkutan sampah seharusnya ditingkatkan. Selain itu, seluruh retribusi pengelolaan sampah dikelola oleh Pemerintah Daerah,” kata Stefanus.

Ia khawatir kondisi ini akan memicu bau tidak sedap, mengganggu kenyamanan pengunjung, serta mencemari lingkungan pesisir.

Menurutnya, sampah sudah terlihat menumpuk selama beberapa hari, menciptakan pemandangan yang kurang menyenangkan bagi wisatawan.

Sementara itu, Pelabuhan Waterfront merupakan titik penting yang menjadi pintu masuk dan pusat aktivitas wisatawan menuju Taman Nasional Komodo.

Di sisi lain, Kepala DLHK Manggarai Barat, Vinsensius Gande, mengakui adanya kendala teknis dalam proses pengangkutan, tetapi ia menjamin semua tumpukan sampah akan diangkut hingga selesai pada Sabtu (4/7) malam.

“Pengangkutan akan dilakukan malam ini hingga tuntas. Kendala sementara disebabkan salah satu unit mobil pengangkut sedang diperbaiki,” jelas Vinsensius.

Warga setempat, Arif Rahman (43), mengamati bahwa penumpukan ini semakin memburuk karena kelalaian beberapa kapal.

Padahal, kontainer pembuangan khusus telah disediakan, tetapi banyak kapal wisata dan operasional yang membiarkan limbah mereka menumpuk di atas kapal atau membuang sembarangan di dermaga.

“Ini sangat disayangkan. Pemandangan buruk ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berisiko mencemari lingkungan dan merusak reputasi Labuan Bajo,” ujar Arif.

Ia mendesak penerapan peraturan yang ketat dan pengawasan lebih ketat dari pemerintah daerah agar fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik.