LABUAN BAJO, BOLA – Spanyol akhirnya memetik kemenangan 2-1 atas Belgia dalam duel panas perempat final Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Stadion MetLife, Sabtu (11/7) dini hari.
Skor imbang 1-1 di jeda pertama berubah menjadi kemenangan La Roja lewat gol penentu di paruh kedua, sekaligus memanfaatkan dominasi permainan mutlak yang mereka tampilkan sepanjang laga.
Duel Sengit: Spanyol Pegang Kendali, Belgia Curi Peluang
Seperti prediksi sebelumnya, Spanyol memegang kendali penuh alur permainan dengan penguasaan bola mencapai 68%, jauh di atas Belgia yang hanya mencatat 32%. Keunggulan ini terlihat dari jumlah operan yang mencapai 665 kali dengan tingkat keberhasilan 90%, sementara Setan Merah hanya mampu menyusun 314 operan dengan akurasi 78%.
Secara serangan, Spanyol jauh lebih agresif dengan melepaskan 17 tembakan (8 tepat sasaran), serta menciptakan 85 serangan berbahaya. Sebaliknya Belgia hanya mampu 5 tembakan dan 25 serangan berbahaya, namun menunjukkan ketajaman saat mendapat ruang.
Belgia juga lebih banyak melanggar (18 kali) demi memutus aliran bola, dan kiper Thibaut Courtois tampil gemilang dengan 6 penyelamatan krusial yang menahan gawangnya tak bobol lebih cepat.
Babak pertama berakhir imbang 1-1, bukti bahwa meski didominasi, Belgia mampu memanfaatkan celah.
Namun persentase gol menunjukkan Spanyol makin tajam memasuki waktu tambahan: peluang mencetak gol mencapai 25% di menit 76–90+, berbanding berbalik dengan peluang gawang Belgia yang juga tinggi di momen itu namun tak mampu mengimbangi.
Analisis Kemenangan: Kesabaran & Kualitas Penyelesaian
Kemenangan ini semakin menegaskan kedewasaan mental Spanyol yang perlahan kembali ke level terbaik. Setelah kesulitan menembus pertahanan rapat, mereka tidak panik dan terus membangun serangan secara teratur.
Pergantian pemain yang dilakukan de la Fuente kembali berperan penting, mengubah dinamika di lini depan saat stamina Belgia mulai menipis.
Di sisi lain, Belgia harus berbenah meski tampil berani. Ketiadaan Amadou Onana terasa sangat terasa di lini tengah mereka kesulitan mempertahankan bola lebih lama dan terpaksa mengandalkan serangan balik cepat serta duel udara, di mana mereka justru unggul dengan 12 tandukan sukses.
Perjuangan mereka patut diapresiasi, namun belum cukup mengalahkan kualitas dan penguasaan permainan Spanyol.
Dengan hasil ini, Spanyol melangkah ke babak empat besar Piala Dunia 2026, melanjutkan harapan untuk menjadi tim yang paling ditakuti di turnamen ini.
Sementara Belgia harus berpuas diri berhenti di perempat final, dengan catatan perjalanan yang patut dibanggakan meski masih ada celah yang harus diperbaiki.











Tinggalkan Balasan