LABUAN BAJO, BOLA – Perjalanan Argentina mempertahankan gelar juara dunia terus berlanjut ke babak perempat final, meski harus melewati ujian berat nyaris tersingkir di dua laga sebelumnya.
Kini, tim asuhan Lionel Scaloni berhadapan dengan Swiss yang mengejar momen bersejarah, dalam duel pertarungan pengalaman melawan disiplin mati-matian.
Argentina: Comeback Dramatis Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Perjalanan La Albiceleste sejauh ini tak lepas dari ancaman eliminasi. Setelah nyaris takluk dari debutan Tanjung Verde, mereka kembali terdesak Mesir yang sempat unggul 2-0 dengan sisa waktu 11 menit.
Namun mental baja juara bertahan muncul: Cristian Romero membuka peluang kebangkitan, Lionel Messi menebus kegagalan penalti sebelumnya lewat gol penyama kedudukan, sebelum Enzo Fernández menyelesaikan pembalikan arah pertandingan.
Kemenangan itu memperpanjang rentetan hasil positif Argentina menjadi 12 pertandingan beruntun tak terkalahkan sejak September lalu.
Lebih impresif lagi, mereka belum pernah kalah dalam 11 laga Piala Dunia terakhir, dan selalu mencetak minimal dua gol di setiap pertandingan rentetan tersebut menjadi rekor terbaik sepanjang sejarah tim di turnamen ini.
Meskipun skuad perlahan menua, kombinasi kualitas individu, pengalaman momen krusial, dan semangat juang menjadikan Argentina tetap salah satu tim tersulit dikalahkan di dunia.
Perkiraan Susunan Pemain Argentina:
E.Martinez; Molina, Romero, Li.Martinez, Tagliafico; De Paul, Paredes, Fernández, Mac Allister; Messi, La.Martinez.
Swiss: Disiplin Mati-Matian Demi Semifinal Pertama
Bagi Swiss, ini adalah kesempatan mencatat sejarah. Terakhir kali mereka melangkah sejauh perempat final adalah saat menjadi tuan rumah pada tahun 1954.
Di bawah arahan Murat Yakin, tim ini dibangun di atas pondasi organisasi rapat, ketahanan bertahan, dan permainan pragmatis. Bahkan, mereka belum pernah tertinggal di seluruh jalur kualifikasi maupun putaran final Piala Dunia 2026.
Perjalanan ke delapan besar pun ditempuh lewat ujian tak ringan: sempat imbang Qatar, bangkit menaklukkan Bosnia dan Herzegovina 4-1 serta tuan rumah bersama Kanada 2-1 untuk memuncaki Grup B, lalu menyingkirkan Aljazair dan mengalahkan Kolombia lewat drama adu penalti 4-3.
Kiper Gregor Kobel menjadi pahlawan utama di Vancouver, menepis satu tendangan lawan yang membuka jalan lolos ke babak ini.
Namun sejarah belum memihak Swiss: mereka belum pernah mengalahkan Argentina dalam tujuh pertemuan, termasuk kekalahan di Piala Dunia 1966 (2-0) dan 2014 (1-0).
Kini, mereka menjadi satu dari enam wakil Eropa yang tersisa, sekaligus menantang rekor buruk demi mimpi mencapai semifinal untuk pertama kalinya.
Perkiraan Susunan Pemain Swiss:
Kobel; Zakaria, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Jashari, Xhaka, Freuler; Ndoye, Embolo, Vargas.
Kunci Pertarungan: Serangan Individu Lawan Kekompakan Sistem
Argentina mengandalkan kemampuan mengubah situasi mendadak dan kualitas individu di lini depan, ditambah pengalaman membalikkan keadaan di menit-menit akhir.
Sebaliknya, Swiss bertumpu pada ketahanan bertahan tanpa celah, pemotongan serangan lawan, dan transisi cepat. Siapa yang mampu memaksakan gaya permainannya, dialah yang berhak melangkah ke empat besar.











Tinggalkan Balasan