LABUAN BAJO – Charles Christian Mathaus, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, mengungkapkan keberhasilan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kinerja keimigrasian Labuan Bajo yang sangat baik sepanjang tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa pencapaian tersebut telah melebihi dua kali lipat dari target yang ditentukan oleh pusat. Selasa (25/11/2025),

“PNBP telah mencapai Rp9,05 miliar hingga November, melampaui target pusat sebesar Rp4,11 miliar,” kata Charles di Labuan Bajo.

Ia juga memproyeksikan bahwa pada akhir tahun ini pendapatan akan menembus Rp10 miliar. “Ini menjadikan Imigrasi Labuan Bajo sebagai salah satu kontributor PNBP terbesar di NTT, terutama dari sektor pariwisata dan layanan keimigrasian,” tambahnya.

Layanan Visa on Arrival merupakan penyumbang utama, terutama dari wisatawan kapal pesiar dan yacht, ujar Charles.

Charles menunjukkan bahwa dominasi pendapatan dari Visa on Arrival mencerminkan tingginya minat wisatawan asing untuk mengunjungi Labuan Bajo, baik melalui jalur udara maupun laut.

Dari total PNBP yang tercatat, pendapatan dari Visa on Arrival mencapai Rp6,12 miliar, diikuti oleh pendapatan paspor sebesar Rp898,5 juta, izin keimigrasian Rp1,58 miliar, dan pendapatan keimigrasian lainnya sebesar Rp442,5 juta, kata dia.

Hingga Oktober,Perlintasan laut menyumbang signifikan dengan 19.829 kedatangan, mayoritas wisatawan dari kapal wisata yang berlabuh di perairan Labuan Bajo. Sementara itu, di Bandara Komodo tercatat 25.258 kedatangan dan 24.889 keberangkatan.

Meski ada penurunan akibat penghentian penerbangan oleh maskapai Jetstar, tren positif wisatawan tetap terjaga berkat dukungan dari maskapai lain yang masih beroperasi.

Charles menekankan bahwa pencapaian PNBP mencerminkan peran Imigrasi dalam mendukung ekonomi daerah yang berbasis pariwisata.

Ia menjelaskan bahwa pencapaian tinggi dalam PNBP diperoleh di tengah tantangan, salah satunya adalah luasnya wilayah kerja Imigrasi yang meliputi empat kabupaten, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada, dengan hanya 47 pegawai.

Namun, pelayanan tetap berjalan efektif berkat kolaborasi lintas sektor dan pendekatan proaktif di daerah terpencil.

Selain fokus pada PNBP, Imigrasi Labuan Bajo juga memperkuat pengawasan orang asing melalui operasi gabungan, sosialisasi pelaporan APOA, dan pembentukan Tim PORA di tiap kabupaten.

Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan semua kegiatan wisatawan mengikuti aturan dan mendukung terciptanya pariwisata yang aman dan berkelanjutan.

Menurutnya, peningkatan PNBP menjadi bukti bahwa kunjungan wisatawan memberikan manfaat langsung bagi negara dan daerah.

Ia berharap sinergi dengan media semakin diperkuat agar layanan, pengawasan, dan kebijakan imigrasi dapat tersampaikan secara efektif, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekosistem pariwisata di Labuan Bajo.