JERMAN – Setelah tiba di stasiun utama kota Köln pada pukul 8 malam, saya bersama istri dan anak keluar. Tak jauh berjalan dari stasiun, saya sangat terkejut. Begitu terlihat, hanya berjarak sekitar 100 meter, sebuah bangunan besar muncul di hadapan kami, menjulang tinggi dengan nuansa hitam.
Ini bukan sembarang bangunan; dua katedral kembar berdiri megah, yaitu Katedral Kembar Köln yang terkenal, tulis Save Dagun, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (13/12/2025).
Ia melanjutkan karena sudah malam, mereka memutuskan untuk beristirahat, tetapi rasa penasarannya terhadap bangunan ini terus menggangu pikiran.
Keesokan harinya, sekitar pukul 11, mereka mengunjungi katedral itu lagi di hari Minggu.
“Ribuan orang memenuhi pelataran katedral, mengagumi puncak bangunan sambil berfoto”, urainya.
Suara lonceng dari kedua katedral berdentang bersahutan, menciptakan suasana yang khusuk.
Menurut catatan, hampir 20 ribu pengunjung datang ke tempat ini setiap hari, dengan mayoritas adalah orang kulit putih, sementara pengunjung dari Asia, Afrika dan Timur Tengah hanya sedikit.
Sambil duduk di bangku dan merokok, ia mengamati bangunan megah yang terlihat mistis tersebut, menelusuri detailnya dari bawah hingga ke atas.
Ribuan lukisan dan patung orang kudus menghiasi struktur ini
“Saat beristirahat, saya merenung tentang bagaimana orang-orang di masa lalu bisa membangun dua katedral kembar ini, sama seperti ketika saya bertanya-tanya tentang pembangunan Candi Borobudur, Gunung Padang, Piramida oleh orang Mesir kuno, dan juga Taj Mahal di India” tambahnya.
Gaya Gothik dan Dibangun Selama 600 Tahun
Dua bangunan ini bergaya Gothik. Gaya ini identik dengan nuansa gelap, misterius, dramatis dan mistik.
Dulu, kata Save, gaya bangunan gereja besar Eropa berurutan dikenal gaya Bizantium, Romawi, Gothik, Renaisans, Barok, Rokoko, Neoklasik dan zaman kebangkitan.
Dalam pembangunan Katedral Koln, arsitek utama adalah Master Gerhard von Rile.
Bangunan ini mulai dibangun tahun 1248 dengan mengerahkan ribuan manusia.
Entah kendala apa, bangunan ini terhenti dan baru dilanjutkan lagi dan baru selesai tahun 1880. Jadi selama kurun 600 tahun dibangun
Arsitek Ernst Friedrich Zwirner dan Richard Voigtel melanjutkan karya ini sampai rampung.
Mistik, dramatis dan warna hitam.Itulah ciri khas Gaya Gothik.
Beda arsitek Renaisans. Bangunan yang ditonjolkan yaitu keharmonisan, proporsi klasik, simetri, serta keagungan, dengan contoh utamanya adalah Basilika Santo Petrus di Vatikan. Elemen kubah menonjol. Basilika Santu Petrus adalah karya Michelangelo, Bramante
Gaya arsitektur gereja abad pertengahan dan Renaisans dinilai sebagai puncak kemajuan arsitek dalam peradaban manusia. Katedral Koln disematkan sebagai warisan UNESCO.
Hari sudah sore. Lalu-lalang manusia tidak putus. Bunyi lonceng berdentang lagi.
Hujan gerimis, musim dingin. Lampu kelap kelip suasana menjelang Natal.
Begitu angkat kaki mau pulang, terkenang akan para pendiri karya agung ini. Mereka sudah tidak ada, entah di alam mana.
Tetapi manusia yang ditinggalkan terus memuja karya agung ini dari masa ke masa.
Artikel ini dikirim oleh Save Dagun dari Cologne Jerman, yang bersangkutan adalah seorang seorang Penulis dan Budayawan asal Manggarai NTT











Tinggalkan Balasan