LABUAN BAJO TERKINI – Kondisi Cuaca Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kerap berubah mendadak dalam beberapa waktu terakhir.

Lalu apa penyebab cuaca di Manggarai Barat kerap berubah? Simak Penjelasan BMKG berikut ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran mengungkap Manggarai Barat sebenarnya sedang menuju masa peralihan musim.

Menurutnya penyebab cuaca di daerah itu kerap berubah jika ada daerah tekanan rendah dan dinamika atmosfer yang mendukung untuk pertumbuhan awan hujan.

Seran memaparkan, secara historis pada Maret hingga April 2025 NTT sudah mulai memasuki masa peralihan musim, namun potensi terbentuknya daerah tekanan rendah yang kemudian dapat meningkat menjadi bibit siklon tropis di selatan NTT masih berpeluang terjadi.

Demikian ujar Seran, ketika ada sistem tekanan rendah terbentuk di selatan atau di Australia maka akan mempengaruhi cuaca di NTT karena posisi geografis dari NTT yang dekat Australia.

“Cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang yang mencapai 38 knot atau sekitar 68-70 km/jam yang terjadi pada 22 Maret dini hari kemarin merupakan dampak yang terjadi karena adanya sistem tekanan rendah atau sirkulasi siklonik yang awalnya berada di Samudra Hindia sebelah selatan NTT yang kemudian meningkat menjadi bibit siklon tropis 92S saat berada di selatan NTB-Bali,” ujar Seran, dihubungi Senin (24/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa Manggarai Barat menjadi daerah pertemuan angin (konfluensi) dari fenomena tersebut.

Kondisi itu mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan angin kencang serta meningkatkan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah yang dilewati oleh massa udara yang menuju bibit siklon tersebut.

Karena pada prinsipnya, kata Seran, angin bergerak dari daerah tekanan udara tinggi menuju daerah tekanan udara yang lebih rendah.

“Angin kencang 30-45 menit yang terjadi disebabkan oleh adanya jejeran awan-awan konvektif atau cumulonimbus yang disebut fenomena squall line. Fenomena ini dapat menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang yang sifatnya merusak,” katanya.

Untuk hari ini Senin (24/3) hingga esok cuaca di Manggarai Barat masih dipengaruhi oleh adanya bibit siklon 92S sehingga masih terjadi hujan sejak kemarin hingga sepanjang hari ini.

Sementara dalam dua hari ke depan cuaca sudah mulai normal seperti layaknya pada masa pancaroba.

Kondisi cuaca umumnya pada masa peralihan musim ditandai dengan cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari, dan pada periode siang hingga sore mulai muncul potensi petir dan angin kencang berdurasi singkat dan hujan.

“Namun hujan yang terjadi biasanya tidak terlalu lama,” jelas Seran.

BMKG mengimbau agar tetap waspada dengan perubahan cuaca sewaktu-waktu. “Karena hingga awal April secara historis masih ada potensi tumbuhnya sistem tekanan rendah di selatan Indonesia”