LABUAN BAJO – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Nasional menggelar inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di sejumlah titik distribusi pangan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (7/3) siang.

Langkah ini dilakukan menjelang Idul Fitri 1447 H untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok (sembako).

Tim gabungan yang terjun ke lapangan terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satreskrim Polres Manggarai Barat, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, serta Perum Bulog Labuan Bajo. Operasi ini menyasar rantai pasok mulai dari pasar rakyat hingga distributor besar.

“Hari ini, operasi tersebut menyisir tiga lokasi utama yakni Pasar Rakyat Batu Cermin, Gudang Bulog, dan Distributor Daging Ntala Artah Boga,” ujar Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, saat ditemui di lokasi sidak.

Beras Stabil, Cabai Rawit Naik Tembus Rp 75 Ribu/Kg

Di Pasar Rakyat Batu Cermin, mayoritas harga komoditas masih dalam batas wajar, meskipun terjadi fluktuasi pada komoditas hortikultura. Beras SPHP dari Bulog terpantau dijual stabil di angka Rp 13.000 per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp 15.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih dibanderol Rp 40.000 per kilogram. Namun, terjadi lonjakan signifikan pada harga cabai rawit yang kini mencapai Rp 75.000 per kilogram.

“Kenaikan harga cabai rawit disinyalir akibat tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah. Saat ini pasokan bawang dan cabai didatangkan dari Bima dan Sulawesi,” jelas AKP Lufth, kepada wartawan, Sabtu,Sore.

Salah satu pedagang di Pasar Batu Cermin, Riki Umbu (45), mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, meskipun ada kenaikan pada beberapa barang, minat beli masyarakat masih terjaga karena stok yang tersedia.

“Untuk beras sejauh ini masih stabil, belum ada lonjakan yang bikin pembeli kaget,” ucapnya.

Sementara itu Perum Bulog Labuan Bajo menjamin cadangan pangan dalam posisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga usai perayaan Idul Fitri.

Saat ini tersedia stok beras sebanyak 456 ton, yang mencakup 110 ton hasil penyerapan beras lokal dari Manggarai.

Selain beras, stok minyak goreng merk Minyakita juga melimpah hingga 90.000 liter dengan harga eceran Rp 14.500 per liter.

“Stok beras dan minyak goreng kami pastikan tercukupi bahkan sampai selesai perayaan Idul Fitri nanti. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan,” tegas AKP Lufthi dengan nada optimis.

Peringatan Keras Bagi Spekulan

Tim juga memeriksa kualitas dan harga daging di distributor Ntala Artah Boga. Daging sapi impor asal Australia dijual di kisaran Rp 120.000 per kilogram untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di destinasi wisata super prioritas ini.

Secara keseluruhan, ketersediaan barang pokok di Labuan Bajo masih berada pada level aman, meski ada variasi kenaikan harga.

“Berdasarkan hasil sidak, sampai saat ini untuk ketersediaan atau stok barang pokok mencukupi. Harga juga masih relatif stabil walaupun ada kenaikan yang bervariatif,” kata AKP Lufthi.

Pihak kepolisian memberikan peringatan keras kepada pelaku usaha agar tidak melakukan praktik peningkatan harga secara tidak wajar.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pedagang dan distributor agar tidak mencoba-coba menaikkan harga di atas HET (Harga Eceran Tertinggi). Jika ditemukan pelanggaran atau penimbunan yang merugikan masyarakat, kami tidak segan-segan melakukan tindakan hukum sesuai undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.

Diharapkan dengan pengecekan rutin ini, warga Labuan Bajo dapat merayakan Hari Raya dengan tenang tanpa kecemasan akan kelangkaan atau harga yang tak terjangkau.