LABUAN BAJO TERKINI – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika [BMKG[ Manggarai Barat NTT menjelaskan bahwa hujan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi dalam dua hari terakhir di Labuan Bajo, pada awal musim kemarau dipicu oleh fenomena tropis.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menjelaskan bahwa wilayah NTT, termasuk Manggarai Barat, sedang mengalami fenomena atmosfer yaitu gelombang tropis Kelvin dan Rossby.
“Gelombang atmosfer tropis Kelvin dan Rossby dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan saat melintasi suatu wilayah, bahkan di musim kemarau”, kata Maria, dikutip Antara, Selasa [6/05/2025].
Gelombang Rossby akan tetap aktif di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga 10 Mei 2025. Di Manggarai Barat, cuaca umumnya cerah berawan pada pagi hari, berawan di siang hingga sore, dan berpotensi ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari.
“Hujan di musim kemarau terjadi karena gangguan atmosfer sementara yang menyebabkan kondisi basah, dan fenomena ini biasanya bersifat sementara, berlangsung beberapa hari”, kata Maria
Walaupun demikian Ia tetap mengimbau warga Manggarai Barat untuk mewaspadai dampak hujan dan menghindari aktivitas di area terbuka seperti lapangan dan persawahan saat melihat awan gelap untuk mencegah sambaran petir.
“Jika hujan berlangsung lama, perlu menghindari perbukitan dan lereng rawan longsor, serta berhati-hati saat beraktivitas di sungai atau kali di daerah hilir, karena hujan di hulu dapat menyebabkan banjir di sungai yang lebih bawah”, timpalnya.
Untuk informasi, pada Senin [5/05/2025] siang, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Kota Labuan Bajo, terutama di kawasan Jalan Soekarno -Hatta, Jalan Mgr Van Bekum, Jalan Gabriel Gampur, dan Jalan Trans Flores.











Tinggalkan Balasan