LABUAN BAJO TERKINI – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, dari Partai Nasdem Martinus Mitar, mengadakan kegiatan reses di Kampung Kondas, Tiwu Riwu pada Senin, 21 April 2025, Acara reses itu dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan diterima secara adat.
Kepala desa Tiwu Riwu, Marselis Roni, mengapresiasi kehadiran Marten sebagai utusan masyarakat untuk menampung aspirasi mereka.
Dalam kesempatan itu, Marten menekankan pentingnya masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi dan mempertanyakan pengelolaan bantuan pemerintah yang seringkali diminta, seperti traktor dan ternak.
Ia mengajak warga untuk mengelola sumber daya secara maksimal dan mempromosikan ketahanan pangan, dengan mengenang gerakan mantan Gubernur NTT, Ben Mboy.
Marten juga menekankan potensi lahan yang ada dan mendorong warga untuk memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian, serta berjanji untuk mendukung diskusi tentang pengelolaan lahan.
Marten menyarankan petani untuk mengelola sumber daya yang ada dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan pemerintah.
Karena itu ia mengajak warga untuk membentuk kelompok tani sesuai kebutuhan, seperti petani sayur atau kopi.
Warga desa Tiwu Riwu, setelah mendengar pemaparan Marten, mengungkapkan permintaan mereka. Yohanes Jehanu menyesali keputusan menanam porang alih-alih kopi karena kesulitan pemasaran, sementara Hendrikus Heman merasa puas dengan pilihannya menanam porang dan meminta pengawasan harga komoditas oleh pemerintah.
Yosep Sun menyoroti banyaknya lahan tidur karena kurangnya kerja sama di antara warga, dan menyebutkan lokasi mata air yang jauh dan menjadi tantangan untuk pertanian.
Ibu Ernes meminta pembukaan jalan tani dan jalan Kondas – Repes, serta mengungkapkan bahwa ia masih menggunakan kerbau untuk mengangkut kemiri dari kebun.
Warga lainnya juga meminta bibit cengkeh dan alpukat, serta menyebutkan ada lahan 20 Ha yang belum ditanami.
Lebih jauh anggota DPRD dari Dapil Satu itu menyoroti bahwa banyak petani mengganti tanaman kopi dengan kemiri, yang dianggapnya sebagai keputusan yang disayangkan, terutama karena pasar untuk porang belum jelas.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten Manggarai Barat telah membuka banyak jalan tani dalam tiga tahun terakhir dan menjanjikan pembangunan jalan Ndiheng – Repes – Kaca, serta memprioritaskan jalan Kondas – Repes.
Marten juga berjanji untuk menyampaikan permintaan bibit kepada dinas pertanian.
Atas hal itu Warga desa Tiwu Riwu mengapresiasi langkah yang diambil dan berharap permintaan mereka dipenuhi oleh pemerintah.











Tinggalkan Balasan