LABUAN BAJO TERKINI – Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, mengingatkan para turis untuk berhati-hati terhadap travel agent / tour operator (TA/TO) yang hanya memiliki situs web tanpa kantor fisik.

Hal ini akibat dari meningkatnya penipuan terhadap turis, seperti yang dialami 20 wisatawan yang kehilangan Rp 101 juta karena terjebak agen Gratio Tour.

“Kekhawatiran kami saat ini tentang banyaknya travel agen yang hanya memiliki website tanpa kantor fisik di Labuan Bajo”, ungkap Kadis Stefanus, Selasa (3/06/2025).

Turis yang tertipu terdiri dari 13 wisatawan asing, termasuk Ruth Krisnianti Utami, yang baru saja menikah di Bali dan bersama suaminya beserta keluarga ingin berwisata ke Labuan Bajo.

Mereka tiba di pelabuhan tetapi perjalanan terhambat karena agen belum melunasi pembayaran untuk sewa kapal. Meskipun sudah membayar lunas, mereka gagal berangkat ke TN Komodo dan terpaksa menunggu tanpa kepastian.

Stefanus mendorong pembuatan aturan yang mewajibkan usaha pariwisata memiliki kantor di Labuan Bajo untuk memudahkan pengawasan.

“Kami sedang menyusun telaahan kepada bupati agar regulasi untuk setiap travel agen wajib punya kantor di Labuan bajo segera diterapkan”, tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh, menyatakan keprihatinannya terhadap kasus yang dapat merugikan reputasi pariwisata Labuan Bajo. Ia juga mengapresiasi langkah Zada Ulla yang tetap melayani wisatawan pada 2-4 Juni 2025 meskipun pembayaran belum lunas.

“Kami mendukung penyelesaian masalah pembayaran ini secara profesional antara pihak travel agent Gratio Tour and Travel dan pihak kapal Zada Ulla,” ujar Frans, mengutip labuanbajoterkini.id, Sabtu (7/06/2025).

BPOLBF mengingatkan industri pariwisata untuk berbisnis secara bertanggung jawab dan mendorong wisatawan agar lebih selektif dalam memilih agen perjalanan.

“Mereka juga akan berkoordinasi untuk meningkatkan transparansi dalam tata kelola”, imbuh Frans.

Deru Debu Penipuan Berkedok Travel Agen Nama Baik Labuan Bajo Jadi Taruhan

Labuan Bajo kembali menghadapi masalah penipuan yang merusak citra sebagai destinasi wisata. Banyak wisatawan yang datang dengan harapan tinggi tetapi pulang dengan kekecewaan akibat tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Jenis penipuan yang terjadi beragam, termasuk praktik harga yang tidak wajar, paket wisata palsu, dan akomodasi yang tidak sesuai.

Masalah ini sudah berlangsung lama dan telah mencoreng reputasi Labuan Bajo, yang seharusnya bebas dari praktik curang.

Pertanyaan yang muncul adalah seberapa lama penipuan ini akan terus berlanjut dan apakah pihak berwenang akan bertindak lebih tegas alih-alih hanya memberikan imbauan. Sebuah insiden negatif dapat merusak upaya promosi yang telah dilakukan.