LABUAN BAJO – Sebanyak 500 unit knalpot non-standar hasil sitaan Satlantas Polres Manggarai Barat disulap menjadi patung Komodo raksasa setinggi 3 meter dan panjang 6 meter.

Instalasi seni unik ini berdiri kokoh di depan Markas Komando (Mako) Polres Manggarai Barat yang baru di Kampung Ujung.

Lokasinya sangat strategis karena bersisian langsung dengan pusat kuliner malam yang selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengungkapkan inisiatif ini lahir sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap polusi suara.

Ia ingin menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak melulu soal tindakan kaku atau hukuman menakutkan.

“Melalui patung Komodo dari knalpot brong ini, kami ingin mengirimkan pesan edukasi yang kuat namun humanis. Setiap lekuk tubuh patung ini membawa pesan bagi para pengendara untuk menjaga keheningan dan kenyamanan Labuan Bajo,” ujar AKBP Christian, Rabu (17/6).

Alih-alih memusnahkan barang sitaan menjadi limbah tak berguna, polisi memilih jalur daur ulang bernilai seni tinggi.

Proses perakitan melibatkan kolaborasi dengan pengrajin lokal Pak Haji Zaeb dan Benyamin guna memberdayakan ekonomi kreatif warga setempat.

Haji Zaeb (48) menceritakan tantangan menyatukan ratusan pipa besi meliuk agar membentuk anatomi Komodo yang proporsional. Hasilnya, presisi lekukan sisik dari potongan knalpot berhasil menampilkan kesan autentik kulit satwa purba tersebut.

“Kami bangga. Ini bukan sekadar mengelas besi tua, kami sedang membuat sejarah baru di kota kami sendiri,” ungkap Haji Zaeb.

Sejak resmi dipasang, area depan Mako Polres Manggarai Barat tak pernah sepi. Wisatawan kerap berhenti sejenak untuk mengabadikan momen sebelum menuju pusat kuliner.

Sarah (29), wisatawan asal Australia, mengaku takjub dengan konsep ramah lingkungan dan pesan moral di balik karya seni tersebut.

“Ini sangat brilian. Di negara saya, barang sitaan biasanya dihancurkan begitu saja. Tapi di sini, polisi mengubahnya menjadi ikon budaya yang luar biasa menarik dan mendidik,” kata Sarah sambil memamerkan hasil jepretannya.

Inovasi ini membuktikan Polri Presisi mampu menjadi motor penggerak estetika kota sekaligus pendukung pariwisata.

Patung Komodo knalpot brong kini berdiri tegak sebagai saksi transisi Labuan Bajo menuju destinasi yang lebih tertib, tenang, dan beradab.