LABUAN BAJO TERKINI – Sebuah bangunan tua yang luasnya berkisar 30 meter persegi berdiri kaku di antara rumah-rumah warga mampu.

Bangunan itu tak lain adalah rumah reot milik seorang wanita tua bernama Teodora Misa, seorang warga Kampung Podor, Desa Timbu, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT.

Rumah itu tampak semi permanen, berdindingkan tembok setengah badan serta kombinasi papan dan anyaman bambu. Usianya sudah puluhan tahun.

Kasat mata, dinding setengah tembok yang sudah retak bercumbu mesra dengan papan dan bambu yang sudah tergerus. Rumah reot itu menjadi saksi bisu keseharian Teodora yang penuh beban.

Suatu petang, dari kejauhan, Ferli menyaksikan bangunan itu akan roboh. Ia begitu perihatin dengan kondisi yang dialami oleh Teodora.

“Bangunan rumah tersebut sudah lama tidak direnovasi dan banyak bagian yang rusak, sehingga membahayakan keselamatan dan kenyamanan beliau dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Ferli kepada media ini, Minggu (6/04/2025), dengan wajah iba.

Ferli berharap ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap Teodora. Karena menurutnya, Teodora layak mendapatkan bantuan rumah layak huni dari Pemda atau setidaknya dari desa setempat.

“Saya sangat berharap pemerintah desa atau kabupaten Manggarai dapat segera membantu Ibu Teodora agar memiliki rumah yang aman dan nyaman. Kondisi rumah beliau sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk dihuni,” ucapnya penuh harap.

Teodora sendiri merupakan perempuan lanjut usia (lansia) yang menyandang status janda. Suaminya telah meninggal beberapa tahun lalu.

Diketahui anak-anaknya pun telah memiliki kehidupan rumah tangga masing-masing. Sejak saat itu, ia menghabiskan waktu dalam kesederhanaan dan kesunyian.

Teodora tidak lagi sanggup membangun rumah sendiri. Sebab ia tidak lagi kuat seperti sedia kala ketika usianya masih muda. Harapan satu-satunya untuk membangun rumah ialah sentuhan dari pemerintah.

“Semoga pemerintah setempat terpanggil untuk lebih memperhatikan kesejahteraan warga lanjut usia yang kurang mampu, terutama yang tinggal di wilayah pelosok seperti Kampung Podor. Diharapkan dengan adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, kehidupan Teodora Misa dapat menjadi lebih layak dan terpenuhi hak-haknya atas tempat tinggal yang aman dan nyaman,” demikian pesan Ferli kepada pemerintah.