LABUAN BAJO TERKINI – Pemerintah Kabupaten Ende di Nusa Tenggara Timur meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui penerapan sistem transaksi digital dengan voucher di sektor jasa retribusi. Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, mengungkapkan hal ini usai melantik Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), Senin (14/07/2025), kemarin.
Yoseph menekankan bahwa digitalisasi sangat penting untuk mencegah kebocoran anggaran yang disebabkan oleh transaksi manual.
“Dengan penerapan sistem digital, pengawasan arus pendapatan ke kas daerah menjadi lebih mudah. Sistem ini juga akan melibatkan lembaga perbankan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas”, ujarnya, melanjutkan, “Saat ini kita fokus untuk peningkatan PAD, dan ini butuh pembenahan serius”.
Yoseph menyatakan bahwa sistem manual tidak lagi relevan, karena rentan terhadap kebocoran dan sulit untuk diawasi.
“Transaksi digital, yang dilakukan melalui perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer, memungkinkan retribusi dalam konteks PAD dicatat langsung ke rekening pemerintah daerah”, urainya.
Yosef menekankan bahwa sistem voucher elektronik merupakan bagian dari reformasi tata kelola pendapatan, dan rencana ini akan dibahas lebih teknis dengan lembaga perbankan dan dinas terkait.
Pemerintah Kabupaten Ende mencatat rendahnya kontribusi sektor retribusi pasar dan parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), mendorong Badan Pendapatan Daerah untuk melakukan digitalisasi transaksi sebagai langkah inovatif.
Sementara itu, Kepala Bapenda Ende, Mauritius Max Jufri Seko, menyampaikan bahwa sistem voucher retribusi akan segera diterapkan untuk pedagang pasar dan pengelola parkir. Langkah ini bertujuan untuk menghindari praktik pembayaran tunai yang berisiko menimbulkan penyimpangan.
“Kami sedang melakukan evaluasi dan persiapan teknis agar sistem ini berjalan maksimal,” terang Jufri Seko.
Jufri menyatakan bahwa semua transaksi akan dilakukan secara non-tunai dan dicatat dalam sistem digital yang diawasi oleh Bapenda. Langkah ini adalah implementasi dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Ende.
Penerapan voucher diharapkan dapat meningkatkan akurasi data dan memaksimalkan penerimaan dari sektor retribusi.











Tinggalkan Balasan