LABUAN BAJO – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menegaskan bahwa penanganan banjir dan pengelolaan air di Labuan Bajo kini menjadi prioritas utama, mengingat tekanan yang meningkat pada infrastruktur kota akibat pesatnya pertumbuhan pariwisata.
Pernyataan ini ditekankan kembali saat Tim Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya menyampaikan laporan akhir tentang rencana induk drainase Labuan Bajo dalam acara Diskusi Kelompok Terfokus di Meeting Room Prima Rasa Resto, Komplek Bandara Udara Komodo, Labuan Bajo, pada Selasa, 2 Desember 2025.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, melalui Asisten II Setda Laurensius Nabu, menegaskan bahwa pengelolaan sistem drainase menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga reputasi Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Premium.
Ia menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi daerah, yang mencapai 8 persen, tidak boleh terpengaruh oleh masalah banjir dan genangan, bahkan saat curah hujan rendah.
“Genangan yang belakangan ini terjadi menunjukkan bahwa sistem drainase kami belum cukup baik dan terintegrasi. Sebagai kota pariwisata, Labuan Bajo harus bebas dari permasalahan seperti ini,” ungkap Bupati Edi dalam berbagai kesempatan.
Peningkatan jumlah pengunjung, perkembangan infrastruktur, dan aktifitas ekonomi dianggap memberikan tekanan tambahan pada sistem drainase yang ada.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggandeng ITS untuk menyusun rencana induk yang dapat dijadikan pedoman dalam menangani banjir secara menyeluruh, dari daerah pesisir hingga permukiman padat.
Ketua Tim Peneliti ITS, Mochamad Yusuf, menyampaikan bahwa kompleksitas permasalahan yang dihadapi Labuan Bajo meningkat setiap tahunnya.
Mulai dari banjir rob di tepi pantai, limpasan sungai ketika musim hujan puncak, sampai genangan lokal akibat tidak berfungsinya saluran drainase dengan baik.
“Kami telah mengamati kondisi di lapangan secara langsung, termasuk memeriksa badan sungai untuk memahami akar masalahnya. Kota pariwisata seperti Labuan Bajo perlu memiliki sistem drainase yang mampu mengatasi berbagai dinamika pertumbuhan kota,” ujarnya.










Tinggalkan Balasan