LABUAN BAJO– Akses menuju Desa Wisata Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat NTT kembali normal. Pasalnya, Kapolsek Sano Nggoang Risbel Pandiangan langsung memimpin aksi tanggap darurat pembersihan jalan yang terhambat pohon tumbang pada Selasa (13/1/2026), Pagi.

Tak tanggung-tanggung, gotong royong yang digelar pagi hari itu melibatkan empat personel Polsek Sano Nggoang, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias, hingga jajaran Pemerintah Desa Wae Lolos.

Mereka bekerja sama membersihkan material pohon yang menghalangi arus lalu lintas di jalur strategis tersebut.

“Kondisi jalan tadi benar-benar terhambat parah karena tumpukan ranting dan batang pohon yang tumbang. Ini jelas mengganggu mobilitas warga dan akses wisatawan yang datang ke sini,” ujar Pandiangan.

Gapura Ikonik Selamat Datang’ Roboh Tertimpa Pohon

Sebelumnya, wilayah Desa Wisata Wae Lolos telah dilanda cuaca ekstrem sejak Minggu (11/1/2025). Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang tidak hanya merusak hasil panen petani lokal, tetapi juga menghancurkan aset pariwisata yang menjadi wajah desa.

Gapura ikonik bertuliskan “Selamat Datang di Desa Wisata Wae Lolos” yang juga menampilkan logo Bank Indonesia (BI) sebagai mitra binaan, dilaporkan roboh parah.

Kondisi ini terjadi setelah struktur bambu tersebut dihantam pohon besar yang tumbang pada Senin, siang.

“Gapura itu bukan hanya simbol penyambutan, tapi juga jadi spot foto favorit wisatawan. Kehilangan ini memang sangat terasa bagi kita semua,” kata Ketua Pokdarwis Cunca Pilas Robert Perkasa.

Di tengah kegiatan pembersihan, Kapolsek Sano Nggoang Risbel Pandiangan memberikan imbauan penting terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem di wilayah Sano Nggoang dan sekitarnya masih berpotensi memicu bencana serupa.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Risiko pohon tumbang maupun tanah longsor masih ada, jadi jangan lengah,” tegas Kapolsek Pandiangan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara warga dan kepolisian.

“Jika menemukan hambatan atau ada tanda-tanda ancaman bencana di jalan raya, segera hubungi kami atau dinas terkait agar bisa ditangani dengan cepat,” tambahnya.

Setelah sekitar dua jam bekerja, jalur menuju Desa Wisata Wae Lolos berhasil dibersihkan total. Kendaraan roda dua maupun roda empat kini bisa melintas tanpa kendala.

Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Robert Perkasa, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang responsif membantu pemulihan fasilitas publik.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Kapolsek dan jajarannya yang tidak sungkan turun tangan membantu kami hari ini. Semua ini demi kelancaran mobilitas warga dan para wisatawan yang setiap hari datang mengunjungi desa wisata Wae Lolos,” ujar Robert.

Tak hanya itu, Robert mengungkapkan pihaknya sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas wisata lainnya.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk merencanakan pembangunan ulang gapura ikonik tersebut. Tentu dengan desain yang lebih kokoh agar bisa tahan cuaca ekstrem ke depannya,” jelasnya optimis.