LABUAN BAJO TERKINI – Ferdy Hasiman, pengamat tambang dan energi, menilai bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih milik pemerintah pusat membuat koperasi lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kemunduran.
“Kami melihat keberadaan Koperasi Merah Putih ini membuat koperasi-koperasi kita di daerah menjadi layu, padahal tumbuhnya sudah bagus ya. Oleh karena itu minta kebijaksanaan dari pemerintah provinsi pak gubernur untuk jangan juga terlalu mengkopi paste apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat,” kata Ferdy dalam sebuah video, sebagaimana dikutip media ini, Minggu, [6/04/2025] dari akun facebook miliknya.
Dia menyarankan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk tidak terlalu meniru program pemerintah pusat yang tidak selalu sesuai dengan kondisi daerah.
“Jadi tidak semuanya pemerintah pusat benar, padahal banyak sekali kebijakan pemerintah pusat yang tidak adaptive dengan situasi kita di daerah,” imbuhnya.
Ferdy mencatat, bahwa Koperasi Merah Putih bisa menghambat pertumbuhan koperasi lokal yang telah membantu perekonomian masyarakat, seperti Obor Mas dan Sangosai, yang menawarkan pinjaman dengan syarat baik dan bunga rendah.
“Jangan sampai keberadaan Koperasi Merah Putih ini mematikan koperasi- koperasi yang sudah ada di NTT,” katanya.
Karena itu, Ia meminta agar Gubernur Melki mengevaluasi kehadiran koperasi tersebut dan lebih fokus pada perbaikan Bank Pembangunan Daerah NTT, yang dianggap kurang memberikan kontribusi bagi daerah.
“Ini menurut saya perlu dievaluasi kembali oleh pak gubernur, mending pak gubernur sekarang fokus untuk memperbaiki Bank NTT, karena bank dengan aset besar tetapi labanya begitu kecil dan sumbangan untuk deviden daerah juga sangat kecil” pungkas Ferdi.











Tinggalkan Balasan