LABUAN BAJO TERKINITeklania Jesi, berhasil keluar sebagai juara tiga untuk Kabupaten Manggarai Barat dalam Sayembara Menulis Surat [SMS] untuk Gubernur Nusa Tenggara Timur [NTT], Emanuel Melkiades Laka Lena dan wakilnya, Johanis Asadoma atau Melki-Johni.

Jesi nama panggilannya merupakan siswa kelas XI Jurusan Usaha Layanan Wisata [ULW] di SMKN 1 Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat. Karyanya yang berjudul ‘Jalan Rusak dan Banjir Bukan Dinding Pemisah Harapan’ berhasil meraih juara 3 dalam sayembara tersebut.

Lomba ini diinisiasi oleh UPTD Tekkomdik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Nduwawo dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional [Hardiknas] 2025 di NTT. Penulisan dan validasi tingkat sekolah dalam lomba ini dimulai pada 12 hingga 24 Maret 2025 kemarin.

Apa Isi SMS Jesi ke Melki-Johni?

Dalam SMS itu Jesi membawa kisah, harapan, dan problematika infrastruktur hingga fasilitas pendidikan. Di antaranya kondisi jalan akses masuk dari jalan utama ke SMKN 1 Boleng sepanjang 2 kilo meter. Dimana jalan itu melintasi sebuah kali, setiap kali musim hujan selalu banjir.

Selain itu, sekolah tersebut juga belum disentuh aliran listrik dan tidak adanya sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah.

Jesi juga menyentil soal kekurangan fasilitas di sekolah seperti meja dan kursi. Hal itu, kata dia, yang menyebabkan sebagian siswa-siswi di sana mengikuti kegiatan belajar dengan posisi duduk di lantai.

“Walaupun banyak mengalami keterbatasan kami tidak kehilangan harapan untuk menggapai harapan dan cita-cita. Semangat ini juga ada pada diri bapak dan ibu guru yang tidak pernah lelah dalam mengemban tugas sebagai pahlawan tanpa tanda jasa,” katanya.

Menurut dia keterbatasan ini membuat para siswa dan guru harus berjalan kaki untuk menuju ke sekolah. Perjalanan itu setidaknya membutuhkan waktu sekitar satu jam.

“Melalui tulisan ini saya berharap kepada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terutama kepada sosok yang kami cintai Bapak Melki Laka Lena agar bisa membantu kami mengatasi persoalan infrastruktur yang dialami oleh kami SMKN 1 Boleng dan juga masyarakat sekitar,” harapnya.

Maria Emirensiana Lotu, selaku guru pembimbingnya mengapresiasi atas prestasi yang telah diraih oleh Jesi. Ia menyarankan agar Jesi terus belajar serta mengasah kemampuannya dalam menulis.

“Karena menulis adalah melihat pikiran, yang artinya menulis dapat membantu seseorang mengungkapkan pikiran dan ide-ide dengan lebih jelas,” ucap Maria yang merupakan guru Bahasa Indonesia di SMKN 1 Boleng.

Sementara juara 1 dan 2 untuk Manggarai Barat diraih oleh pelajar dari SMAK Seminari St. Paulus 2 Labuan Bajo, yakni Julyan S.C.M. Kusumah dan Kristiano Candra Dermawan.

Adapun dewan juri dalam lomba ini adalah Frans Pati Herin [Jurnalis Kompas], E. Nong Yonson [Penulis/Pengurus Forum TBM NTT] dan Agung Hermanus Riwu [Ketua Yayasan Pendidikan Nduwawo].

Lomba ini berhasil menarik minat 1.731 peserta pelajar SMA dan SMK se-NTT. Hal ini membuktikan betapa besarnya potensi kretivitas dan kepedulian generasi muda terhadap pendidikan di NTT.