LABUANBAJOTERKINI –Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menggelar evaluasi kinerja dan uji kesesuaian kompetensi (job fit) bagi 21 pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Manggarai Timur sejak Senin, 16 Juni 2025, ini dinilai menjadi sinyal kuat akan adanya perombakan kabinet di lingkungan pemerintah daerah.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menegaskan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi dasar utama untuk melakukan rotasi atau mutasi jabatan. Menurut dia, pimpinan tinggi pratama harus diisi oleh aparatur yang tidak hanya memenuhi kualifikasi formal, tetapi juga memiliki motivasi kepemimpinan yang kuat.
“Agenda hari ini bertujuan mengevaluasi kinerja para pejabat sekaligus sebagai dasar pengisian rotasi atau mutasi jabatan,” kata Agas dalam sambutannya. “Level JPTP harus diemban aparatur yang mampu menahkodai unitnya, berinovasi, dan berorientasi pada pelayanan total kepada masyarakat.”
Ketua Tim Panitia Seleksi, Boni Hasudungan, menyatakan bahwa proses ini telah sesuai prosedur dan mendapat persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui surat nomor 03800/R-AK.02.03/SD/K/2025.
Menurut Boni, tujuan utama dari uji kompetensi ini adalah memetakan profil pejabat untuk penempatan yang tepat, menerapkan manajemen ASN berbasis merit, serta menilai kembali capaian kinerja dan integritas para pejabat. “Ini menjadi acuan bagi pembina kepegawaian untuk mengambil kebijakan dan keputusan,” ujarnya.
Tim panitia seleksi terdiri dari lima orang, mencakup unsur internal dan eksternal. Unsur internal adalah Sekretaris Daerah dan Kepala BKPSDMD Manggarai Timur. Adapun tiga anggota eksternal berasal dari kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan Inspektur Daerah Kabupaten Manggarai.
Sebanyak 21 pejabat eselon II mengikuti proses ini, dengan rincian 16 orang menjalani pemetaan kompetensi dan 5 orang lainnya mengikuti evaluasi kinerja. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga 20 Juni 2025.










Tinggalkan Balasan