BORONG – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kampung Golo Pering, Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (11/6). Dua orang warga ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah rumah, dengan dugaan kuat bahwa ayah terlebih dahulu mengakhiri nyawa anaknya sebelum akhirnya gantung diri.

Kedua korban diidentifikasi sebagai YGRD  (34), berprofesi sebagai perawat, dan anak kandungnya, ABZD (7). Keduanya ditemukan oleh ibu dan adik kandung korban pertama saat pulang dari perjalanan sekitar pukul 16.30 WITA.

Berdasarkan keterangan saksi, ibu dan adik korban berangkat ke Borong sejak pukul 07.30 WITA dan baru kembali ke rumah sekitar pukul 16.00 WITA.

Saat tiba, rumah terkunci dari dalam dan tidak ada jawaban saat dipanggil. Melalui jendela, mereka melihat anak korban terbaring tak bergerak di atas tempat tidur.

Setelah dibantu tetangga membuka akses masuk, ditemukan korban pertama tergantung di balok plafon rumah menggunakan tali nilon berwarna biru.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan visum medis, diketahui korban anak meninggal diduga akibat kekurangan oksigen. Dokter menduga korban dibekap hingga tidak bisa bernapas, terlihat dari lebam di pelipis kanan dan cairan berbusa di hidung.

Sementara itu, korban dewasa dipastikan meninggal akibat gantung diri, terlihat dari luka lebam di leher akibat jeratan tali.

Di lokasi ditemukan pula kotak berisi obat-obatan, antara lain antibiotik, obat anti muntah, dan obat program. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat kesehatan dan sedang mengalami tekanan batin akibat gugatan perceraian yang diajukan istrinya.

Sejak itu, korban tinggal terpisah dan membawa anaknya pulang ke kampung halaman, sehingga anak tersebut sempat tidak bersekolah.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, melalui Kasat Reskrim IPTU Ahmad Zacky Shodri membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan hasil penyelidikan awal.

“Berdasarkan keterangan saksi, visum dokter, dan barang bukti yang ditemukan, sementara kami menduga korban pertama terlebih dahulu membekap anaknya hingga meninggal dunia, kemudian mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri. Diduga latar belakangnya adalah tekanan batin akibat masalah rumah tangga dan kesehatan yang diderita korban,” ujar IPTU Ahmad Zacky dalam keterangan resminya, Jumat (12/6).

Ia menambahkan, kondisi TKP sempat berubah karena sempat ditangani keluarga sebelum kepolisian tiba, namun hal itu tidak mengurangi hasil penyelidikan. Pihaknya masih mendalami lebih lanjut motif dan kronologi lengkap peristiwa ini.

“Kami masih mendalami penyebab pasti dan memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat. Jenazah kedua korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat dan agama, sementara proses hukum tetap berjalan,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti untuk melengkapi laporan penyelidikan (*).

DISCLAIMER: Konten dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendorong siapa pun melakukan tindakan sejenis. Jika Anda mengalami gejala depresi disertai pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi pihak yang dapat memberikan bantuan, seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.