LABUAN BAJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur menurunkan petugas untuk membersihkan saluran air yang tersumbat dalam kota Labuan Bajo sejak awal November 2025.

Inisiatif ini bertujuan untuk menghindari genangan air di jalanan selama musim hujan.

Oktavianus Andi Bona, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala BPBD Manggarai Barat, mengungkapkan bahwa hampir seluruh saluran air yang terhalang di dalam kota telah berhasil dibersihkan.

Kegiatan pembersihan dilaksanakan di beberapa lokasi strategis seperti di depan Patung Komodo, kawasan kuliner Kampung Ujung, Wae Mata, di depan Kantor Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, serta di sepanjang Jalan Pantai Pede.

Oktavianus melaporkan meskipun terjadi genangan air di beberapa tempat saat hujan deras, hal itu cepat surut karena saluran drainase tidak terhambat.

“Walau ada genangan air setelah hujan, tetapi air cepat surut,” ujar Oktavianus kepada Labuan Bajo Terkini, Selasa,malam, (18/11/2025)

Di lokasi-lokasi yang masih tergenang, tim kerja diterjunkan untuk membersihkan saluran yang tertutup oleh lumpur dan kerikil.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa wilayah Manggarai Barat akan memasuki musim hujan pada dasarian kedua bulan November 2025, meskipun beberapa daerah telah merasakan musim hujan sejak akhir bulan Oktober.

Sebelumnya, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, telah memberikan instruksi kepada dinas teknis terkait untuk siaga menghadapi peningkatan curah hujan.

“Saya telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Cipta Karya, dan BPBD untuk terus memantau kondisi jalan dan sistem drainase yang ada,” jelas Bupati Edistasius Endi.